Pekan Ini, 17 Tuktuk Dihadirkan untuk Masyarakat Gaza

“Tuktuk diharapkan membuat penerima manfaat bisa kembali produktif dan tidak bergantung pada orang lain. Bantuan ini juga berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi secara efektif, karena memberikan peluang masyarakat prakerja untuk memberdayakan mereka dalam program pendapatan berkelanjutan”.

gerobak motor palestina
Warga Palestina di Gaza menerima bantuan gerobak motor atau toktok dari Sahabat Dermawan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Melanjutkan bagian dari implementasi Wakaf Bantuan Modal Usaha untuk masyarakat Gaza, pekan ini, sejumlah 17 gerobak motor atau tuktuk kembali diberikan untuk masyarakat Gaza. Tuktuk digunakan sebagai salah satu modal wirausaha bagi masyarakat Gaza, mulai usaha jualan keliling hingga jasa antar jemput.

Nader Abu Muharram (31), salah satu penerima manfaat, menjelaskan, sebagai pekerja di perusahaan listrik tuktuk yang diberikan ia manfaatkan untuk mengangkut berbagai peralatan listrik ke rumah pelanggan. “Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan pekerjaan,” kata Nader.

Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, bantuan ini diberikan sebagai ikhtiar membantu perekonomian warga Palestina di Gaza. “Tuktuk diharapkan membuat penerima manfaat bisa kembali produktif dan tidak bergantung pada orang lain. Bantuan ini juga berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi secara efektif, karena memberikan peluang masyarakat prakerja untuk memberdayakan mereka dalam program pendapatan berkelanjutan," ujar Said, Senin (9/8/2021).

Said menjelaskan, Nader hanya satu dari belasan keluarga yang sangat terbantu dengan wakaf tuktuk Di keluarga lain, ada yang menggunakan tuktuk untuk jasa antar hasil panen sayuran para petani. Ada juga yang menggunakannya untuk membantu warga yang pindahan.

Dengan besarnya manfaat tuktuk bagi pemulihan Gaza, Said mengajak Sahabat Dermawan untuk terus mendukung program ini. "Insyaallah, semakin banyak keluarga Palestina yang akan menerima tuktuk ini, maka semakin cepat proses pemulihan Gaza yang kami ikhtiarkan," pungkas Said.[]