Pekan Kedua Ramadan, ACT Siapkan Ratusan Ton Pangan untuk Gaza

ACT tengah mempersiapkan ratusan ton bantuan, amanah masyarakat Indonesia, untuk bangsa Palestina

ACTNews, GAZA - Sudah memasuki pekan kedua Ramadan, kehidupan bangsa Palestina di Gaza justru kian terpuruk. Bahkan belakangan masyarakat dunia menerima kabar pahit dari PBB: kini Gaza berada di ambang ‘bencana kemanusiaan’ dengan satu juta jiwa di dalamnya terancam menderita kelaparan.


Pasalnya pascaserangan yang terjadi bertubi-tubi sejak dua hari menjelang Ramadan, blokade Israel semakin ketat, membuat berbagai kebutuhan jadi sulit didapat oleh bangsa Palestina di Gaza. Terutama bagi mereka yang sebelumnya sudah menjalankan hidup di bawah garis kemiskinan.


Meski perang tak tahu kapan akan berhenti, Aksi Cepat Tanggap (ACT) tetap melakukan berbagai upaya untuk Palestina. Senin (13/5), ACT tengah mempersiapkan ratusan ton bantuan, amanah masyarakat Indonesia, untuk bangsa Palestina yang masih terkungkung blokade di Gaza.


Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT menyebutkan, bantuan tersebut dalam bentuk paket pangan yang dihadirkan langsung dari Indonesia Humanitarian Center, sentra bantuan logistik ACT yang berada di Gaza. “Insya Allah, ACT akan mendistribusikan sebanyak 250 ton bantuan berupa paket pangan,” terang Faradiba.




Dalam proses pendistribusiannya, ACT bekerja sama dengan 16 lembaga kemanusiaan lokal di Gaza.  Menurut keterangan Faradiba, hal itu karena ACT akan menyasar puluhan titik yang mencakup lima wilayah dengan jumlah keseluruhan 10.000 keluarga Palestina yang tinggal di seantero Gaza.


“Kami memperkirakan pendistribusian akan berlangsung selama 5 hingga 10 hari. Sepuluh ribu paket pangan dari IHC untuk sepuluh ribu keluarga Palestina. Pendistribusian ini cukup masif, oleh karena itu kami bekerja sama dengan 16 lembaga lokal di Gaza, agar bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan merata,” ungkap Faradiba.


Adapun lima wilayah secara garis besar yang menjadi tujuan distribusi antara lain Gaza Timur, Kota Gaza, Perbatasan Gaza-Israel, Khan Younis, dan Rafah. Sebagian besarnya, kata Faradiba, ditujukan kepada keluarga yang hingga sekarang tinggal di kamp-kamp pengungsian.




Menurut laporan terkini Faradiba, Senin (13/5) pagi tadi, Tim ACT bersama perwakilan 16 lembaga lokal Gaza masih dalam proses bersiap diri, baik secara teknis maupun strategis. “Insha Allah pukul 11.00 waktu Gaza nanti, akan diadakan seremoni serah terima logistik 250 ton bantuan dari masyarakat Indonesia untuk Gaza” pungkas Faradiba.


Selama blokade membelenggu Gaza, keterpurukan Palestina tak akan pernah usai. Selain pernyataan PBB yang menyebut Gaza masuk ke dalam “bencana kemanusiaan”, fakta menyebutkan kemiskinan juga terus meningkat di Gaza. Akibatnya, bangsa Palestina tak mampu membeli barang kebutuhan, termasuk saat menjalankan bulan suci Ramadan. []