Pekerja Seni Tak Luput dari Dampak Covid-19

Larangan berkumpul membuat kehidupan para pekerja seni berubah sejak wabah melanda. Mereka kini terlunta-lunta tanpa pemasukan untuk keluarga.

Pekerja Seni Tak Luput dari Dampak Covid-19' photo
Konser kemanusiaan yang digelar ACT NTB bersama The DATU bertujuan untuk menggalang dana bagi pekerja seni yang terdampak wabah corona. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Pandemi Covid-19 semakin hari makin mengkhawatirkan. Jumlah penderitanya terus bertambah. Tercatat per 22 Mei, pasien corona sudah mencapai lebih dari 20 ribu jiwa. Bahkan tanggal 21 Mei kemarin mencatat angka penambahan yang cukup tinggi, yakni lebih dari 900 orang.

Selain mengancam kesehatan, wabah Covid-19 juga mengganggu perekonomian masyarakat. Para pekerja seni salah satunya. Mereka yang terbiasa tampil di khalayak ramai, kini tak bisa berbuat apa-apa dengan adanya larangan berkumpul. Ruang gerak mereka semakin sempit, tak lagi ada penampilan dari panggung ke panggung untuk menyambung hidup.

Untuk meringankan keadaan ini, ACT Nusa Tenggara Barat menggandeng The DATU, kelompok musik dari Lombok, untuk mengadakan konser kemanusiaan #dirumahaja. Bersama kelompok musik yang terkenal dengan lirik lagunya menggunakan bahasa Sasak ini bertujuan untuk menggalang dana untuk para pekerja seni.

Itok, Vokalis The DATU menceritakan rasa prihatinnya pada pegiat seni, khususnya di Lombok yang saat ini juga terdampak pandemi. Pasalnya, pekerjaan di bidang seni tak hanya melibatkan mereka yang tampil di atas panggung saja, tetapi juga mereka sebagai penyedia peralatan, alat musik, tim, penata rias dan lain yang kini tak mendapatkan penghasilan. “Banyak pihak yang menggantungkan rezeki pada dunia seni yang saat ini ikut terdampak pandemi,” ungkapnya, Selasa (19/5) di sela konser bertajuk #dirumahaja ini berlangsung.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengatakan, konser kemanusiaan diharapkan bisa menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat kepada para pekerja seni. Hal tersebut karena selama ini mungkin pekerja seni terus menghibur masyarakat, akan tetapi selama wabah berlangsung mereka pun ikut terdampak dengan tidak adanya jadwal tampil yang berpengaruh pada penghasilan untuk keluarga. “Semoga bisa memberikan dampak positif untuk pekerja seni,” ungkap Alfian.

Acara ini dipandu langsung oleh Bimo dari komunitas pembawa acara di Lombok. Konser daring ini pun berlangsung semarak dan meriah.[]