Pelajar di Uganda Butuh Bantuan Alquran

Selain bantuan pangan dan air bersih, pelajar muslim di Uganda juga membutuhkan bantuan Alquran.

Pelajar di Uganda Butuh Bantuan Alquran' photo
Anak-anak di Islamic Center Budaka, Uganda, menerima bantuan Alquran pada pertengahan September lalu.(ACTNews)

ACTNews, PALISA, BUDAKA, BUTALEJA – Hampir 500 anak di Uganda menerima bantuan Alquran pada bulan September ini. Alquran didistribusikan berkala selama 1-15 Septmber ke Goligoli Islamic Primary School Palisa, Kositi Islamic Centre, Budaka, Nawansu Islamic Foundation, dan Asgaru Madrasa Primary School, Butaleja.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap melaporkan, bantuan Alquran diberikan kepada pelajar muslim prasejahtera dan sejumlah masjid. “Memiliki Alquran bahkan dianggap sebagai kemewahan yang tidak dimiliki setiap keluarga,” katanya.

Sebab, tidak setiap keluarga bisa dengan kelapangan membeli Alquran. Firdaus menjelaskan, hampir 80 persen masyarakat bergantung pada pertanian. Setidaknya setiap rumah tangga memiliki minimal tujuh anggota. “Mereka terutama bertahan hidup melalui produksi pangan kecil, melakukan usaha skala kecil yang memiliki modal kurang dari 100 dolar. Di antara keluarga-keluarga itu pun belum tentu fokus membeli Alquran untuk anak-anaknya,” kata Firdaus.

Firdaus berharap, Alquran yang diberikan memudahkan para pelajar maupun masyarakat mempelajari agama. Melalui distribusi Alquran, Firdaus berharap agama Islam melalui nilai-nilainya hadir dalam aktivisme sosial dan ekologi serta dalam pengembangan diri.

Salah satu penerima manfaat, Wapinga Abdakllah (53) mengucapkan rasa syukur atas hadirnya bantuan Alquran. “Terima kasih atas bantuan Alquran ini. Semoga Allah senantiasa memberikan kebaikan untuk kalian semua dan tetap bisa membersamai kami. Semoga Allah memberkahi,” kata Abdakllah.[]

Bagikan

Terpopuler