Pelatihan Relawan Bela Negara, Nilai Dasar Pengabdian bagi Masyarakat Relawan Indonesia

Masyarakat Relawan Indonesia menggelar pelatihan Relawan Bela Negara selama 10 hari di Bandung. Kegiatan ini dilakukan untuk mencetak relawan yang sigap, terampil, dan terdepan dalam melayani masyarakat.

Relawan Masyarakat Relawan Indonesia berbaris dalam mengikuti pelatihan Relawan bela Negara di Pusdikif Bandung, Jumat (2/4/2021). (ACTNews/Denis)

ACTNews, BANDUNG – Kesadaran berbakti pada nusa dan bangsa menjadi bagian dalam melayani masyarakat. Nilai-nilai itu harus dipegang teguh seorang Masyarakat Relawan Indonesia. Dalam menanamkan nilai-nilai itu, Pengurus Masyarakat Relawan Indonesia-ACT menggelar Pelatihan Bela Negara di Pusat Pendidikan Infanteri TNI AD di Bandung pada 2-12 April 2021. Kegiatan ini diikuti 100 relawan Masyarakat Relawan Indonesia utusan Sumatra dan Jawa.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Ahyudin menjelaskan, kegiatan Relawan Bela Negara bertujuan mencetak relawan yang sigap, terampil dan terdepan dalam melayani masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini MRI-ACT resmi kolaborasi serius bersama TNI. Kami syukuri hal itu dengan baik, tempat ini (Pusdikif TNI) adalah salah satu tempat pendidikan terbaik di dunia. Terima kasih kepada Pusat Pendidikan Infanteri yang telah memberikan kesempatan baik kepada kami sebagai relawan,” kata Ahyudin.

Menurut Ahyudin kesadaran mengayomi masyarakat sebagai relawan pada hakikatnya harus bernilai nila-nilai bela negara. Bela negara berarti kesediaan berbakti pada negara, bangsa, dan masyarakat.

Sementara itu, Komandan PUSDIKIF Cipatat Bandung Tatan Ardiyanto mengapresiasi kolaborasi yang digagas MRI-ACT dalam kegiatan Relawan Bela Negara ini.  “Kebersamaan seperti ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara dan peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat,” tegas Tatan.