Pelatihan Water Rescue Pastikan Kesiapan Relawan

Dengan adanya ancaman bencana banjir yang bisa datang sewaktu-waktu, ACT Madiun menggelar pelatihan pertolongan dalam air untuk relawan MRI dan masyarakat umum. Pelatihan ini diharapkan mampu menyiapkan generasi yang siap penanggulangan bencana.

Relawan dan masyarakat umum sedang mengikuti pelatihan penyelamatan dalam air yang diselenggarakan ACT Madiun di Waduk Klumpit, Magetan. (ACTNews)

ACTNews, MAGETAN – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kota Madiun memiliki 27 kelurahan yang rawan diterjang bencana banjir, khususnya ketika musim penghujan tiba. Wilayah tersebut mencakup Kelurahan Pilangbango, Kelun, Rejomulyo serta titik lain yang menjadi pusat permukiman warga. Dampak dari bencana ini diperkirakan bisa besar, mulai dari kerugian materiel hingga nyawa.

Dengan adanya ancaman bencana ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun pada Ahad (8/11) mengadakan pelatihan pertolongan dalam air (water rescue) di Waduk Klumpit, Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Kegiatan yang diisi oleh profesional ini diikuti oleh relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) serta masyarakat umum dari berbagai kalangan dengan total 35 orang.

“Pemuda harus memiliki kesigapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk bencana. Oleh karena itu, kontribusi nyata mereka ditunggu dalam bermasyarakat,” jelas Wahyu Sulistianto Putro selaku Kepala Cabang ACT Madiun.

Sebelum melakukan praktik langsung di Waduk Klumpit, peserta telah mengikuti sederet proses berupa materi keselamatan, pengenalan alat, latihan fisik, hingga latihan penanganan korban saat evakuasi. Semua proses itu wajib ikuti seluruh peserta dengan pendampingan dari pelatih profesional.

“Sebelum turun ke lokasi praktik, yang harus diperhatikan adalah kelengkapan masing-masing individu. Setiap peserta wajib memakai kelengkapan helm, pelampung, dayung, dan perlengkapan lainnya,” tambah  Wahyu.

Melalui pelatihan water rescue diharapkan peserta memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana yang kapan saja bisa terjadi. Apalagi wilayah Madiun beberapa waktu lalu sempat dilanda banjir yang cukup besar dan luas. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu menambah keakraban pada tiap individu, khususnya relawan MRI agar bisa lebih maksimal dalam membantu masyarakat, khususnya saat merespons bencana.[]