Pemahaman Warga Tentang Stunting Masih Minim

Apa yang diungkapkan oleh Siti menjadi ironi sebab di tengah upaya penekanan angka stunting, justru ada sebagian masyarakat yang masih belum memahami stunting dan penyebab serta pencegahannya.

penyebab stunting
Para penerima manfaat menghadiri peluncuran Gerakan Generasi Merdeka Stunting di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. (ACTNews/Fhirlian Rizqi)

ACTNews, JAKARTA – Pengentasan stunting atau kerdil yang diakibatkan permasalahan gizi, sedang digencarkan oleh berbagai pihak. Hal tersebut penting mengingat persoalan ini harus diatasi secara menyeluruh oleh semua elemen masyarakat.

Namun, di tengah upaya yang ditargetkan rampung pada 2030, di mana Indonesia bebas stunting, nyatanya ada sebagian masyarakat yang masih belum memahami apa itu stunting dan penyebabnya.

Siti Alifah, sedikit tergopoh sesuai menerima bantuan paket pangan dalam acara peluncuran Gerakan Generasi Merdeka Stunting, Rabu (15/06/2022), di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Ia tampak kesulitan membawa kotak berisi bantuan sembako dan makanan bergizi dari Humanity Medical Services (HMS)-ACT, sebab, ia juga sambil menggendong sang anak yang masih balita.

Siti mengaku baru mengetahui tentang stunting pada acara ini. Ia pun tak tahu seperti apa gejala dan penangannya. Padahal, ia memiliki seorang anak yang masih dalam tahap perkembangan.

"Enggak tahu (stunting itu apa), sebelumnya juga belum pernah dengar. Baru di acara ini saya dengar," kata Siti yang tinggal di daerah Klender, Jakarta Timur.

Siti memiliki anak balita berusia dua tahun. Sementara suaminya bekerja sebagai kurir di salah satu perusahaan pengiriman barang. Ia berharap agar bantuan yang didapat bisa bermanfaat untuk keluarga khususnya anak balitanya. Sebab, selama ini ia tidak begitu memahami asupan gizi yang baik seperti apa.

"Anak saya sering sakit, dulu memang pernah step (kejang), jadi mudah-mudahan ini bisa bermanfaat buat perkembangan anak saya," kata Siti.

Apa yang diungkapkan oleh Siti menjadi ironi. Sebab, di tengah upaya penekanan angka stunting, justru ada sebagian masyarakat yang masih belum memahami stunting dan penyebab serta pencegahannya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengungkapkan, masih banyak warga yang tidak mengetahui gejala atau tanda awal stunting. Padahal, stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor genetik, melainkan juga karena faktor lingkungan.

"Banyak asumsi beredar di masyarakat bahwa anak yang tubuhnya pendek dan beratnya kurang itu karena genetik tanpa dicari tahu penyebab dan pencegahannya. Jadi jangan dilihat faktor genetiknya saja, tapi harus dicari tahu penyebabnya karena berbeda antara asupan gizi cukup dan tidak cukup," kata Anwar. 

Melihat fakta tersebut, HMS-ACT menaruh perhatian lebih pada fase edukasi demi memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan sejak dini.

"Ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu edukasi dengan cara penyuluhan dan lakukan seminar, khususnya untuk perempuan, calon ibu, ibu hamil, ibu, dan keluarganya, tentang pentingnya asupan gizi seimbang," kata Direktur HMS-ACT Dokter Arini Retno Palupi.

Dalam mengatasi stunting, tambah Dokter Arini, perlu upaya yang menyeluruh dan berkesinambungan, dari hulu hingga ke hilir. Sehingga hasilnya maksimal dan stunting dapat diatasi hingga ke akar permasalahannya.[]