Pembangunan Terhenti, Masjid di Mamuju Kini Tak Memadai

Akibat tiada biaya, tahun 2007 pembangunan Masjid di Pesantren Ar-Rahman, Mamuju, terhenti hingga saat ini. Kondisi masjid kini tak lagi memadai untuk digunakan ibadah setiap hari.

masjid mamuju
Masjid Ponpes Ar-Rahman Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, tampak dari depan. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU — Sebagai salah satu bagian penting di dalam pesantren, masjid di Pesantren Ar-Rahman Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kondisinya masih kurang memadai. Wajar saja, karena pembangunan masjid ini berhenti sejak 15 tahun lalu atau dari 2007 silam. Ketiadaan dana menjadi penyebab utama berhentinya pembangunan masjid ini.

Ade Putra dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Mamuju, mengatakan, bangunan masjid di Pesantren Ar-Rahman saat ini hanya berdinding kayu yang tak menutup hingga atap serta lantai yang masih berupa plesteran semen.


“Tinggi dinding kayu cuma setengah tinggi bangunan, kalau hujan jadi tempias. Atap dari seng juga banyak lubang, gampang bocor. Kondisi ini bikin santri enggak nyaman, padahal bangunan masjid sangat penting sebagai pusat aktivitas ibadah dan pendidikan santri,” jelas Ade, Jumat (13/5/2022). 


Santri Ponpes Ar-Rahman saat sedang salat berjemaah di masjid. (ACTNews)

Saat ini, Pesantren Ar-Rahman menjadi tempat belajar bagi 180 santri. Mereka datang dari latar belakang yang bermacam-macam, khususnya keluarga prasejahtera. Masjid di pesantren tersebut juga tak hanya digunakan santri, tapi juga warga sekitar, akan tetapi, ukuran masjid yang tak terlampau besar membuat tak seluruh jemaah tertampung di dalam bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang kurang memadai, fasilitas toilet juga masih menggunakan bedeng kayu dengan pintu dari kain sarung. "Ini tentunya enggak nyaman bagi santri atau jemaah yang ingin beribadah di sana," tambah Ade.[]