Pemberdayaan Masyarakat Produsen Pangan Jangkau Petani di Bogor

Program pemberdayaan petani Masyarakat Produsen Pangan Indonesia dari Aksi Cepat Tanggap masih terus berjalan. Puluhan petani di Bogor menjalani pendampingan mulai akhir Mei lalu.

Petani di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjung, Bogor menjadi salah satu peserta pemberdayaan Program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Program pemberdayaan petani Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) menjangkau 48 petani di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Bogor. Tim Program Aksi Cepat Tanggap mulai memberikan pendampingan kepada Gabungan Kelompok Tani Subur Hasil Tani, Jumat (29/5).

Manajer Program Pemberdayaan Wakaf ACT Jajang Fadli menjelaskan, pemberdayaan petani Gapoktan Hasil Tani akan dilakukan hingga pertengahan Juni nanti.

“Pekan pertama ini, kami memberikan modal bertani. Sejumlah 48 petani telah kami rangkul dengan total luas sawah garapan sebesar 30 hektare,” kata Jajang. Berikutnya, lanjut Jajang, akan dilakukan program MPPI dan pendampingan perawatan padi, seperti uji coba penyemprotan pupuk dengan pupuk kimia dan probiotik.

Ibin, salah satu petani di Desa Cibadak, mengatakan saat ini petani memang merasa kesulitan mendapatkan pupuk dan probiotik. Melalui program MPPI, Ibin berharap kesejahteraan petani dalam berladang meningkat. “Terima kasih ACT dan para donatur yang mau mendampingi para petani,” lanjut Ibin.

Juni ini, program MPPI juga akan merangkul para petani di Desa Siser, kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur. Jajang mengatakan, rencana implementasi di desa Siser akan diadakan beriringan dengan tanam raya.

Kehadiran program MPPI melengkapi lini program pangan ACT lainnya dalam penanganan dampak Covid-19, yakni selain Operasi Pangan Gratis dan Operasi Beras Gratis yang sudah berjalan. MPPI menjadi ikhtiar bersama memberdayakan petani saat pandemi Covid-19 dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa.[]