Pembuatan Humanity Food Truck untuk Pengungsi Suriah terus Dikebut

Untuk mengoptimalkan distribusi bantuan pangan, Humanity Food Truck dibuat oleh ACT untuk para pengungsi Suriah. Pembuatan direncanakan rampung pada Juli mendatang.

Tampilan Humanity Food Truck yang tengah dibuat untuk pengungsi Suriah di Idlib. (ACTNews)
Tampilan Humanity Food Truck yang tengah dibuat untuk pengungsi Suriah. (ACTNews)

ACTNews, IDLIB – Krisis berkepanjangan yang menimpa Suriah, menyebabkan harga bahan pangan membubung tinggi. Para pengungsi Suriah di sana hanya bisa gigit jari sambil menahan lapar. Di Idlib misalnya, para pengungsi sudah biasa menahan lapar meskipun sedang tidak berpuasa. Tangisan anak yang kelaparan pun terdengar dari balik tenda-tenda pengungsian.

Amir Firdaus dari Tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, distribusi bantuan pangan perlu ditingkatkan agar menjangkau lebih banyak pengungsi Suriah. Salah satu ikhtiar yang sedang dilakukan Aksi Cepat Tanggap adalah membuat Humanity Food Truck.

"Humanity Food Truck ini bisa membuat hingga 1.000 porsi makanan tiap harinya. Sehingga para pengungsi terhindar dari kelaparan. Dengan kehadiran Humanity Food Truck ini pula kita bisa menjangkau pengungsi di wilayah Atimah, Aqrabat, hingga Ad Dana," ujar Amir, Selasa (4/5/2021).

Proses pembuatan Humanity Food Truck, sebut Amir, telah dimulai sejak 12 April lalu, dan direncanakan akan rampung di akhir Mei nanti. Saat ini, pembuatan  Humanity Food Truck telah mencapai tahap pemasangan perlengkapan masak dan instalasi kelistrikan.


Tim dari ACT tengah melakukan instalasi kelistrikan Humanity Food Truck. (ACTNews)

"Ke depan,  Humanity Food Truck akan membagikan makanan siap saji yang lezat dan bernutrisi tinggi. Sehingga selain laparnya hilang, pengungsi juga tetap sehat karena kandungan gizi baik yang dibuat di  Humanity Food Truck," jelas Amir.

Humanity Food Truck di Suriah ini memiliki panjang keseluruhan 5 meter dengan 3,4 meter diantaranya merupakan boks yang digunakan sebagai dapur. Meski ukurannya lebih kecil dari unit Humanity Food Truck yang ada di Indonesia, namun peralatan masak yang akan digunakan tetap modern dan sama dengan  Humanity Food Truck di Indonesia. Di dalamnya, akan terdapat generator untuk pasokan listrik, serta tangki air dengan kapasitas satu meter kubik.

Sambil menunggu Humanity Food Truck tersebut rampung, ACT sejak awal Ramadan juga terus memberikan bantuan hidangan iftar agar para pengungsi dapat berbuka puasa dengan layak.[]