Pemuda Palestina Meninggal di Penjara Israel

Kelompok Tahanan Palestina meminta pihak Israel bertanggung jawab atas meninggalnya Nassar Taqatqa.

Pemuda Palestina Meninggal di Penjara Israel' photo

ACTNews, TEPI BARAT– Seorang pemuda Palestina, Nassar Majed Taqatqa (31), meninggal dunia secara mendadak di penjara isolasi Israel, Selasa (16/7). Otoritas Palestina meminta Israel bertanggung jawab secara moral atas kematian tahanan penjara Nitzan di Ramlah itu.

“Selama lima dekade terakhir, organisasi-organisasi hak asasi manusia internasional telah menemukan pelanggaran hak asasi manusia Israel yang sistematis, termasuk penyiksaan dan penganiayaan fisik maupun psikologis. Secara kolektif, tahanan Palestina adalah korban rasisme,” terang Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dikutip dari Kantor Berita Palestina WAFA (16/7).

Sementara itu, Kelompok Tahanan Palestina (PPC) mengaku telah memperoleh informasi yang membuktikan bahwa Nassar Taqatqa meninggal akibat kekerasan ketika berada di penjara Israel, sebagaimana diberitakan Middle East Monitor, Kamis (18/7).

Ketua PPC Qaddoura Fares mengatakan, pada Selasa (16/7), Taqatqa ditemukan meninggal di salah satu kamar rumah sakit penjara. Sebab kematiannya tidak diumumkan.


“Hasil otopsi menunjukkan kematian Nassar Taqatqa, yang meninggal tiba-tiba di Penjara Israel, akibat kelalaian medis,” tulis Quds News Network di akun twitter mereka. Quds News Network menyampaikan kedukaan ibunda Taqata atas kematian putranya itu. “Saya tidak pernah berpikir mereka akan membunuh dan menyiksanya sampai meninggal. Saya tidak pernah berpikir itu terjadi, saya berharap ini tidak benar,” katanya dengan penuh derai air mata.

Taqatqa ditahan otoritas Israel pada 19 Juni malam. Sebelumnya, ia dibawa ke sesi interogasi. Menurut Quds News Network, pemuda asal Bethlehem itu ditahan dalam keadaan sehat. Tidak pernah ada keluhan penyakit yang dikeluhkan selama ini. “Kini ia kembali ke keluarganya di dalam peti mati. Penjara Nitzan menjadi tempat terakhirnya mengembuskan nafas,” tulis Quds Network.

Penahanan Taqatqa tiga kali diperpanjang, sementara pengacaranya dilarang berhubungan dengannya. Ia dipindahkan ke sel isolasi di penjara Nitzan di Ramleh seminggu sebelum kematiannya.

Kemartiran Taqata mengingatkan pada data warga Palestina yang ditahan Israel Palestina. PPC mencatat, sejak 1967 sedikitnya 220 orang meninggal dunia dalam penjara Israel.[]

Sumber foto: WAFA, Anadolu Agency

Bagikan