Pemukim Israel Cabut Ratusan Pohon Zaitun Milik Petani Palestina

Petani Palestina kembali ditindas. Ratusan pohon zaitun yang telah ditanam bertahun-tahun, dicabut oleh pemukim Israel.

Petani palestina diserang
Ilustrasi. Pohon zaitun yang ditebang pemukim ilegal Israel. (AFP/Jaafar Ashitiyeh)

ACTNews, TEPI BARAT – Pemukim Israel dilaporkan secara ilegal masuk ke lahan pertanian milik warga Palestina dan mencabut 400 pohon zaitun di Desa Deir Sharaf, utara Tepi Barat, Jumat (21/1/2022) Pemilik lahan merupakan tiga petani Palestina yakni Abdul Rahim, Abdul Hamid, dan Ghazi Antari. 

Antari menceritakan bahwa pohon yang ditebang oleh para pemukim adalah pohon zaitun yang ia telah tanam tiga tahun lalu. Ia juga menuturkan bahwa kebrutalan pemukim Israel di Desa Deir Sharaf bukan yang pertama. 

"Pemukim telah menghancurkan sekitar 600 pohon zaitun muda di Desa Deir Sharaf satu bulan yang lalu," kata Antari, dikutip dari Middle East Monitor. 

Sementara itu, pada hari yang sama, sekelompok pemukim Israel juga mencabut 90 pohon zaitun milik petani Palestina di Desa Salfit, Yasuf, yang juga berada di Tepi Barat. Jamal Salama, pemilik lahan, menyebut aksi tersebut dilakukan para pemukim secara terang-terangan. 

Para petani cenderung tidak memiliki kuasa untuk melawan. Sebab, mereka terancam akan mendapat serangan fisik dari para pemukim jika melawan.

Selama ini ekerasan pemukim Israel terhadap warga dan properti publik Palestina menjadi perilaku rutin yang terjadi di Tepi Barat. Warga Palestina, pejabat lokal maupimu internasional percaya bahwa pemerintah Israel mendukung kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim. Hal itu juga didukung dengan keberadaan angkatan bersenjata Israel yang bertugas di sana. Mereka tidak pernah menggubris pelanggaran para pemukim. Sebaliknya, mereka justru kerap menangkap penduduk Palestina tanpa alasan yang jelas.[]