Pemukim Israel Menerobos Al-Aqsa, Ahli: Serangan Ini akan Meningkat

Pemukim Israel dikawal pasukan bersenjata menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Persatuan Cendekiawan Palestina menyatakan penerobosan ink merupakan gerakan awal Israel untuk meningkatkan serangannya ke Palestina di Yerusalem.

israel serang palestina
Pemukim Israel menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa. (Dok. Anadolu Agency)

ACTNews, YERUSALEMLebih dari seratus pemukim Israel, pada hari Rabu (16/3/2022), memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Kedatangan mereka dikawal penuh oleh pasukan bersenjata dari Israel.

Para pemukim dilaporkan bermaksud merayakan hari keagamaan mereka, yang diperkirakan akan berlangsung selama dua hari. Namun, sejumlah pihak menganggap bahwa tindakan ini merupakan bentuk provokasi ke penduduk muslim Palestina.

Menanggapi hal ini, para ahli yang tergabung dalam Persatuan Cendekiawan Palestina menyatakan bahwa tindakan penerobosan oleh para pemukim merupakan gerakan awal Israel untuk meningkatkan serangannya ke Palestina di Yerusalem.

"Zionis (Israel) akan memikul tanggung jawab penuh atas memanasnya situasi di Kota Yerusalem. Kami memperingatkan secara khusus terhadap setiap agresi dan serangan di Masjid Al-Aqsa selama pada 15 dan 16 Maret," kata ketua serikat, Dr Nasim Yassin, dikutip dari Middle East Monitor.

Yassin menjelaskan bahwa masjid di Al-Aqsa telah lama menjadi sasaran kampanye agresi yang dilakukan oleh gerombolan pemukim Israel. Yassin pun menyerukan kepada orang-orang Palestina untuk tidak gentar terhadap serangan para pemukim.

"Ini adalah pelanggaran lain terhadap hukum dan resolusi internasional. Semua pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem, adalah ilegal menurut hukum internasional," tegas Yassin.

Ia justru mengajak warga Palestina untuk beramai-ramai datang ke Al-Aqsa dan menunjukkan kehadirannya. Hal ini perlu dilakukan sebagai langkah simbolis yang menunjukkan bahwa Al-Aqsa merupakan tempat suci yang bagian dari Palestina.

Yassin juga meminta para cendekiawan, kelompok intelektual, dan penulis di seluruh dunia untuk mendukung orang-orang Palestina, dan mendukung perjuangan mereka dalam melawan arogansi zionis Israel. []