Pemulihan Pascabanjir, ACT Hadirkan Air Bersih untuk Warga Kotabaru

Air bersih kini menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Kotabaru pascabanjir.

Pemulihan Pascabanjir, ACT Hadirkan Air Bersih untuk Warga Kotabaru' photo

ACTNews, KOTABARU – Banjir yang merendam Kotabaru di Kalimatan Selatan sejak Sabtu (8/6) lalu kini telah surut. Rumah yang sebelumnya terendam air dan berbagai material yang terbawa banjir mulai dibersihkan. Namun, permasalahan pascabanjir yang timbul tak hanya kebersihan tempat tinggal, tapi juga kebutuhan air bersih untuk konsumsi.

Senin (10/6), Aksi Cepat Tanggap (ACT) merespons kebutuhan air bersih bagi warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Di desa yang paling parah terdampak banjir ini, ACT menyediakan tandon yang dapat menampung hingga 5.500 liter air.

Ketua Masyarakat Relawan Indonesia-ACT Hamas Al Qosam pada Senin (10/6) menjelaskan, mendesaknya kebutuhan air bersih warga di Gunung Sari diakibatkan rusaknya jaringan air setelah terhantam aliran banjir. Jaringan air bersih ini merupakan hasil dari swadaya masyarakat. “Air yang mengalir ke permukiman warga kemungkinan baru akan normal setengah bulan ke depan, sedangkan air menjadi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Penyediaan tandon air bersih bagi warga terebut merupakan hasil kerja sama ACT bersama warga, komunitas lokal, dan aparat Desa Gunung Sari. Dikerjakan secara gotong-royong, relawan serta warga desa menyiapkan dan memasang tandon yang nantinya akan diisi air.  Sedangkan pasokan air disediakan oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) Kotabaru.

Air bersih yang dipasok untuk warga Gunung Sari sudah dapat dinikmati terhitung Selasa (11/6) lalu. Siti Murah (60) yang merupakan salah satu ibu rumah tangga di Gunung Sari mengungkapkan, ia sangat gembira atas adanya tandon air bersih ini. Fasilitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan air keluarga Siti selama perbaikan jaringan air pascabanjir Kotabaru. “Senang sekali ada tandon ini, sangat bermanfaat khususnya bagi ibu rumah tangga karena air jadi kebutuhan utama,” ungkapnya.

Hamas menambahkan, selain di Gunung Sari, direncanakan juga desa lain disediakan tandon serupa untuk menunjang kebutuhan air warga. Desa itu antara lain Desa Desa Sigam, Desa Hilir, serta Desa Baharu. Ketiga desa itu pun mengalami kerusakan jaringan air akibat diterjang banjir bandang.

Banjir yang terjadi di Kotabaru setelah kabupaten di bawah administrasi Provinsi Kalimantan Selatan itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Embung Tirawan yang ada di kabupaten itu jebol setelah tak mampu menampung tingginya debit air. Desa Gunung Sari menjadi lokasi terparah terdampak banjir. Tinggi permukaan air di permukiman warga lebih kurang 2 meter. Sebanyak sembilan rumah terendam banjir dalam kejadian ini. []

Bagikan