Pemulihan Pasien Serangan Israel Terus Diperhatikan

Meski gencatan senjata di Gaza resmi berlaku, namun korban penjajahan belum sepenuhnya sembuh. Untuk itu, pemulihan bagi penduduk Palestina yang menjadi korban kekerasan Israel akan terus dilakukan.

1
ACT distribusikan bantuan medis dan dana tunai untuk pasien di rumah sakit di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA — Serangan Israel terhadap Palestina mengakibatkan jatuhnya banyak korban, baik wafat maupun luka-luka. Korban luka banyak yang dirawat di rumah sakit di Gaza. Untuk membantu perawatan para pasien, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan bantuan peralatan medis dan bantuan tunai buah kedermawanan bangsa Indonesia di pekan ketiga Mei. Bantuan diberikan langsung ke pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Total penerima bantuan medis ini mencapai ratusan jiwa. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response-ACT mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai peringan biaya perawatan serta bantuan alat medis yang jumlahnya terbatas di tengah meningkatnya agresi Israel. “Korban akibat serangan Israel begitu banyak, tak sedikit dari mereka yang perlu mendapatkan perawatan khusus di tengah minimnya fasilitas kesehatan dan ekonomi yang rendah,” jelasnya, Jumat (21/5/2021).

Saat ini, Said melanjutkan, gencatan senjata resmi diberlakukan. Meski begitu, pemulihan para korban bakal terus berlanjut. Pasalnya proses penyembuhan tidak bisa selesai dalam satu sampai dua hari. “Pendampingan kepada para pasien berlanjut, tidak selesai sampai di sini,” tambanya Said.

Hingga gencatan senjata diberlakukan, data terakhir Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan, per Kamis (20/5/2021) pukul 06.00 waktu Gaza, total 232 warga Palestina wafat, termasuk 65 anak-anak, 39 perempuan, dan 17 lansia. Sementara korban luka-luka mencapai 1.900 orang.[]