Penanaman 2000 Bibit Pohon di Banda Aceh, Upaya Hindari Bencana

Penanaman 2000 Bibit Pohon di Banda Aceh, Upaya Hindari Bencana

Penanaman 2000 Bibit Pohon di Banda Aceh, Upaya Hindari Bencana' photo

ACTNews, BANDA ACEH – Sebagai kota yang berada di pesisir pantai, Banda Aceh menyimpan potensi ekonomi hebat dan sekaligus potensi bencana berskala massif, berupa gempa subduksi dan juga gempa darat akibat patahan Sumatera (Sumatera fault) dan patahan Seulimeum. Untuk membangun kesiapsiagaan bencana tersebut, Tim Disaster Management Institute of Indonesia/DMII-ACT bersama Sampoerna untuk Indonesia, menggelar Program Disaster Emergency Response Command System and Tree Planting.

Setelah sukses dengan pelaksanaan Pelatihan dan Workshop Sistem Komando Tanggap Darurat (SKTD), pada Senin – Rabu, 20-22 Maret 2017, yang bertempat di Auditorium RRI, Kota Banda Aceh. Pada Rabu (22/3), DMII-ACT bersama Sampoerna untuk Indonesia menggelar seremonial penanaman 2000 bibit pohon, di Kota Banda Aceh. Lokasi seremonial bertempat di RTH Kecamatan Meuraxa – Kota Banda Aceh.

“Bagi kami, program ini merupakan salahsatu wujud tanggungjawab sosial kami. Selain pelatihan SKTD yang sudah dilaksanakan kemarin, hari ini kami menanam 2000 bibit di Kota Banda Aceh. Hal ini wujud kontribusi kami dalam  membangun Kota Banda Aceh yang lebih baik,”ujar Ervin Pakpahan, perwakilan dari Sampoerna untuk Indonesia.

Menurut Syuhelmaidi Syukur, Senior Vice President ACT Kota Banda Aceh memiliki sejumlah potensi bencana, diantaranya tsunami dan tanah longsor. Salahsatu bagian dari program yang dilakukan di Kota Banda Aceh adalah penanaman bibit pohon, Hal tersebut menurut Syuhelmaidi sebagai upaya mitigasi bencana.

“Penanaman pohon ini juga upaya untuk menjaga ketersediaan air tanah, sehingga di masa depan Kota Banda Aceh terhindar dari masalah air bersih dan terus layak dikonsumsi masyarakat. Total ada 2000 bibit pohon yang kami tanam di Kota Banda Aceh, yang terbagi dari tiga jenis, tanaman, yaitu tanaman kayu, mangrove dan tanaman buah,”paparnya

Apresiasi positif disampaikan oleh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, Walikota Kota Banda Aceh, di sela-sela seremonial acara ini. “Saya mewakili Pemerintah Kota  Banda Aceh, menyampaikan apresiasi kepada Sampoerna untuk Indonesia dan ACT, atas pelaksanaan program ini. Program ini sangat kami butuhkan untuk membangun kesiapsiagaan bencana di Kota Banda Aceh,”tutur Illiza.

Program di Kota Banda Aceh ini merupakan rangkaian ketiga dari roadshow 6 Kota di Pulau Sumatera dari Program Disaster Emergency Response Command System and Tree Planting. Setelah sebelumnya digelar di Kota Bukittinggi dan Kota Bengkulu, program ini akan berlanjut di Kota Palembang, Kota Pekanbaru, dan terakhir di Kota Pangkalpinang.

Selain penanaman pohon, juga dilakukan pendistribusian 40 bak sampah di sejumlah wilayah di Kota Banda Aceh. Untuk pendistribusian bak sampah, ACT juga melibatkan dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh.[] Penulis: Wahyu Novyan

 

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan