Pencarian Korban Banjir Sukabumi Berlanjut

Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap masih turut dalam Tim SAR gabungan mencari satu korban hilang yang hingga Selasa (23/9) siang belum ditemukan. Tim dibagi menjadi dua regu, yaitu tim pencarian di darat dan tim susur sungai.

Pencarian Korban Banjir Sukabumi Berlanjut' photo
Tim Disaster Emergency Response ACT bersama Tim SAR gabungan tengah menyusur sungai untuk mencari korban hilang akibat banjir Sukabumi. (ACTNews)

ACTNews, SUKABUMI – Hingga Rabu (23/9) siang ini Tim SAR gabungan masih bertugas mencari satu korban hilang banjir Sukabumi berusia 25 tahun. Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan itu dibagi menjadi dua, yakni tim yang melakukan pencarian di darat dan tim yang melakukan susur sungai. Banjir bandang yang menerjang Sukabumi Senin (21/9) sore itu dilaporkan merenggut 3 korban hilang.

“Selain pencarian korban hilang, tim juga melakukan evakuasi rumah warga yang hancur karena terjangan air. Jumlah seluruh anggota tim SAR gabungan mencapai ratusan orang. Di sini, kami, Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap turut berikhtiar yang terbaik,” ungkap Siti Maryam, Komandan Posko Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap untuk Banjir Sukabumi, Rabu (23/9).

Selain tim yang bertugas dalam SAR gabungan, Aksi Cepat Tanggap juga membuka Posko Kemanusiaan sebagai pusat koordinasi relawan dan pengantaran bantuan. Siang ini, Maryam melaporkan, sejumlah bantuan pangan darurat telah dipasok dari Wakaf Distribution Center - Aksi Cepat Tanggap di Gunung Sindur.

Sementara itu, Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sukabumi Mega Afdal Fathir mengatakan, warga yang rumahnya diterjang banjir masih mengungsi ke rumah sanak saudara. Sebagian lainnya dibantu relawan gabungan termasuk Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sukabumi saat membersihkan permukiman mereka.

Berdasarkan Humanitarian Data Center Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), 971 jiwa terdampak banjir Sukabumi, 3 orang dinyatakan hilang, 1 masih belum ditemukan, 20 orang mengalami luka, 12 rumah hanyut, 85 rumah terendam, dan 4 jembatan rusak.

Selain menerjunkan tim dan relawan yang tergabung dalam MRI Sukabumi, ACT juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk membantu korban bencana, khususnya di Sukabumi saat ini. Melalui laman Indonesia Dermawan, masyarakat bisa menyalurkan sedekah untuk nantinya disalurkan kepada warga terdampak banjir. Bantuan juga dapat disalurkan dalam bentuk natura ke posko kemanusiaan ACT di Sukabumi.[]

Bagikan

Terpopuler