Pencarian Korban Berlanjut di Tengah Beratnya Medan Longsor Brebes

Pencarian Korban Berlanjut di Tengah Beratnya Medan Longsor Brebes

ACTNews, BREBES – Proses pencarian korban longsor yang dilakukan Tim SAR Gabungan di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, terus berjalan. Hingga Selasa (27/2), masa pencarian korban telah memasuki hari keenam. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim SAR ACT-MRI, BPBD, TNI, Polri, BASARNAS, PMI, Tagana, Pramuka, Dinas Sosial, serta dari berbagai elemen relawan dan masyarakat lainnya, bekerja sama melakukan pencarian jenazah yang terkubur di longsoran.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (22/2), pukul 08.00 WIB, akibat tanah longsor di kawasan Gunung Lio, disebabkan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Akibat bencana longsor, puluhan petani yang sedang bekerja di sawahnya di kawasan itu tertimbun. Sebanyak 14 petani selamat, namun mengalami luka-luka. Sementara itu, sekitar 20 orang lebih tertimbun. Sampai hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan  berhasil menemukan dan mengevakuasi 11 jenazah dengan tiga jenazah belum teridentifikasi. Sedangkan sekitar 7 Jenazah lagi diperkirakan masih tertimbun.

Akibat longsor tersebut, ratusan penduduk di Desa Capar dan Desa Pasir Panjang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dua desa tersebut sudah ditetapkan sebagai zona merah yang tidak boleh ditempati warga desa karena rawan terjadi longsor susulan.         

Menurut Lukman Sholehudin, Komandan Tim SAR ACT dan MRI, Tim SAR Gabungan membagi tiga timnya, yang disebar di tiga sektor. Sektor pertama di wilayah pesawahan, sektor kedua sekitar jalan provinsi dan sektor ketiga di sekitar sungai.

“Tim SAR ACT dan MRI bertugas di sektor pertama lokasinya di sekitar pesawahan. Proses pencarian sangat menyulitkan karena areanya sangat luas, ditambah cuaca  sangat tidak bersahabat, setiap menjelang sore sering turun hujan. Ini yang menjadi kekhawatiran kami dan Tim SAR lainnya, akan bahaya longsor susulan,” keluhnya. Lukman menambahkan kendala di lapangan lainnya adalah banyak warga yang juga ikut menonton, sehingga akses untuk masuk ke lokasi terhambat.

Kendala tersebut juga diakui Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Besaran longsor memiliki luas 16.8 hektar dengan panjang dari mahkota sampai titik sekitar 1 km, lebar mahkota 120 meter, dan ketebalan 5-20 meter dengan perkiraan ada volume 1,5 juta meter persegi. Kondisi ini menyulitkan Tim SAR Gabungan di lapangan.     

“Keadaan tersebut diperparah dengan terputusnnya akses jalan sepanjang 2 km ke lokasi. Akses hanya bisa dilalui melalui Purwokerto, Majenang, dan Bumiayu,” ungkapnya.

Meskipun medan lokasi longsor begitu berat, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian sampai waktu yang telah ditentukan selama dua pekan lamanya. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Brebes yang menyatakan status tanggap darurat berlangsung dari tanggal 22 Februari sampai 7 Maret 2018.

Untuk memudahkan proses pencarian, Tim SAR ACT-MRI pun mendirikan Poskonya di Pabuaran No. 22, RT 01 RW 01, Desa Padir Panjang, Kecamatan Lasem.[]

Tag

Belum ada tag sama sekali