Pencarian Korban di RS Mitra Manakarra Mamuju Terus Berlanjut

Relawan penyelamat Aksi Cepat Tanggap bergabung dengan Tim SAR gabungan mencari korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan RS Mitra Manakarra di Kabupaten Mamuju, Senin (18/1/2021).

Pencarian korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan RS Mitra Manakarra, Mamuju, oleh Basarnas dan tim relawan gabungan dibantu anjing pelacak, Senin (18/1/2021). Dalam operasi SAR ini, ACT juga menugaskan relawan untuk membantu pencarian. (ACTNews/Eko Ramdani)


ACTNews, MAMUJU – Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap kembali menugaskan personelnya dalam evakuasi di RS Mitra Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (18/1/2021). Empat orang tim penyelamat ACT bergabung dalam operasi pencarian sejumlah korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Anggota Tim Penyelamat ACT Siti Maryam melaporkan, pencarian difokuskan masih ada kemungkinan tiga orang yang masih terjebak. Informasi tersebut didapat dari keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya dengan aktivitas terakhir di RS tersebut.

Di bawah komando Basarnas, Maryam melanjutkan, proses evakuasi yang dilakukan Senin itu ada di tujuh titik. RS Mitra Manakarra menjadi salah satu dari tujuh titik yang ditetapkan. “Tim rescue ACT ikut bertugas di titik pencarian RS Manakarra,” terangnya.

Selain tenaga manusia, pencarian korban di balik puing-puing RS Mitra Manakarra juga dibantu anjing pelacak dan alat berat. RS Mitra Manakarra merupakan satu dari empat rumah sakit terbesar di Mamuju. Sebelumnya, Sabtu (16/1/2021) delapan orang berhasil dievakuasi. Namun, empat orang di antaranya meninggal, yakni dua perawat dan dua pasien.

Gempa Susulan Masih terjadi

Sementara itu, hingga Senin (18/1/2021) siang, gempa susulan masih terjadi di Majene yang dirasakan hingga Mamuju. Badan Meteorologi Klimatologi dan geofisika melaporkan, gempa dengan kekuatan M4,2 kembali terjadi di darat 16 km timur laut Majene dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pukul 11.11 WIB.

BMKG memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.[]