Pendampingan Gizi ACT Sembuhkan Penderita Malnutrisi di Yaman

Sejumlah balita di Yaman yang sempat mengalami malnutrisi sedang dan akut, kini perlahan mulai membaik. Selama lebih dari sebulan, mereka menerima pendampingan gizi dari ACT. Meski sejumlah anak mengalami kemajuan, masih banyak ratusan anak Yaman lainnya yang menderita gizi buruk.

Pendampingan Gizi ACT Sembuhkan Penderita Malnutrisi di Yaman' photo

ACTNews, SANA’A – Aqlan Khalid Abbas sudah jauh lebih baik saat ia mengunjungi klinik Aksi Cepat Tanggap di Sana’a pada Juli ini. Satu bulan sebelumnya, medline yang diukurkan di lengan Aqlan menunjukkan warna kuning menuju merah, tanda bahwa tubuhnya amat kecil dan kekurangan nutrisi. Kini, saat dokter kembali memeriksa balita itu, pertumbuhan tubuhnya sudah jauh lebih baik.

Sejak Juni lalu, Aqlan rutin memeriksakan kesehatannya di klinik yang disokong ACT untuk perbaikan gizi anak-anak Yaman. Tim relawan dokter ACT di sana, selalu memberinya makanan bergizi dan vitamin.

Tidak hanya Aqlan, sejumlah balita lainnya juga mengalami perkembangan yang sama. Mereka di antaranya Irej Shirah, Barq Abdullah Al-tsulya, Muhammad Alwaqidi, dan Hunain Alatme. Medline yang melingkari lengan mereka dan balita-balita lainnya kini menunjukkan kolom hijau, pertanda kondisi gizi mereka membaik.

Sejak Mei lalu, ACT menjalankan layanan medis gratis untuk masyarakat terdampak perang di Sana'a, tempatnya di Distrik Hamdan. Program tersebuttidak hanya menyasar anak-anak, namun juga ibu hamil dan menyusui.

“Klinik berlangsung selama lima hari dalam sepekan, mulai pukul delapan pagi hingga dua siang,” lapor Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT, Senin (29/7).

Menurut data yang Faradiba paparkan, sejak Mei hingga Juni total 918 pasien berobat di klinik ACT. “Pada Mei, dari 339 balita yang periksa kesehatan, 66 menderita malnutrisi akut, 117 lain menderita malnutrisi sedang. Sementara pada Juni, ada 75 balita yang diperiksa menderita malnutrisi akut, dan 90 balita malnutrisi sedang,” lapor Faradiba.


Kasus-kasus kesehatan yang ditemukan pada anak-anak pun beragam, mulai dari cacingan, inflamasi akut, hingga gangguan paru-paru. Sedangkan, sejumlah penyakit yang dialami ibu hamil dan menyusui antara lain mastitis kronis, kebutuhan ginekolog, dan perawatan ibu hamil serta menyusui.

Sana’a menjadi salah satu wilayah konflik di Yaman. Sumber pangan dan infrastruktur tidak lagi mendukung penduduknya menjalani hidup dengan baik. Pertengahan Juli lalu, ACT pun mengirimkan sejumlah paket pangan bagi penduduk Sana’a.

Paket pangan yang dibagikan kepada penduduk Sana’a berupa kebutuhan pokok, terdiri dari tepung, beras, minyak sayur, gula, dan kacang-kacangan. “Paket pangan dibagikan ke 50 keluarga. Distribusi paket pangan kepada warga Sana'a akan dilakukan lagi dalam tiga bulan ke depan,” lanjut Faradiba.[]

Bagikan