Pendampingan Paripurna Keluarga Ayu Paroji

Pendampingan Paripurna Keluarga Ayu Paroji

ACTNews, GARUT – Masih ingat Ayu Parozi (17), remaja pengidap gizi buruk akibat penyakit diabetes melitus yang menyerangnya sejak tiga tahun lamanya? Ya, Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT sudah berbulan-bulan melakukan pendampingan, merawat Ayu demi kesembuhannya. Namun, Ayu kini telah berpulang ke rahmatullah.

Meskipun Ayu sudah meninggal dunia, namun Tim MSR-ACT bersama relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Garut tetap meneruskan program-program pendampingan untuk almarhumah yang telah direncanakan sebelumnya. Serangkaian program pendampingan tersebut berjalan berkat donasi yang terkumpul dari para donatur Kitabisa.com

Ada 4 program yang kini sudah dan tengah dijalankan Tim MSR setelah pendampingan medis almarhumah. Pertama, pembelian tanah dan pembangunan rumah permanen untuk keluarga Ayu Paroji, yang kini sudah hampir rampung (90 persen). Kedua, pembangunan saluran air sepanjang 1500 meter untuk keluarga almarhumah dan penduduk sekitar (sudah selesai dan sudah digunakan). Ketiga, pembangunan sarana sanitasi air bersih untuk keluarga almarhumah dan penduduk sekitar (sudah selesai dan digunakan). Keempat, pemberdayaan ekonomi untuk keluarga almarhumah, yaitu pembangunan usaha cuci steam motor dan warung sembako, yang saat ini tengah dilakukan. 

Sebenarnya, ada satu program lagi yang akan dijalankan Tim MSR, yaitu pendidikan Ayu Paroji setelah kesembuhannya. Namun program tersebut tak terlaksana karena Ayu Paroji telah meninggal dunia.         

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga almarhumah merupakan keluarga pra-sejahtera. Almarhumah dan keluarganya tinggal di rumah semi permanen milik saudaranya. Keluarga ini tinggal di rumah yang hampir semuanya terbuat dari bambu, seluas 3x5 meter. Rumah tersebut dihuni oleh 6 orang, termasuk almarhumah. Di belakang rumah tidak terdapat sarana sanitasi yang layak, mereka memakai kayu yang ditutupi kain dan air dari tetangga.

Ayahnya bekerja serabutan menjadi kuli panggul yang hanya bekerja jika ada proyek pembangunan. Saat melakukan asesmen, Tim MSR-ACT  bersama dengan pihak Puskesmas ikut serta menjenguk Ayu. Setelah melakukan musyawarah dengan tim Puskesmas, pihak Puskesmas siap membantu memfasilitasi perawatan di Puskesmas. Tim MSR lantas membawa dan merawat almarhumah ke RSUD Garut, hingga pendampingan almarhumah dilakukan secara paripurna.

Kini, Ayu Paroji telah tiada. Pada saat itu keadaan Ayu sempat membaik, sebelum ia meninggal. Keluarga, Tim MSR-ACT, dan relawan MRI Garut tak kalah kaget dengan kondisi Ayu yang tiba-tiba turun drastis saat pagi hari sebelum dia meninggal.

Menurut Nurjanatunnaim selaku Koordinator Tim MSR, setelah meninggalnya Ayu, pendampingan MSR terus dilanjutkan dengan pembangunan saluran air bersih sepanjang 1500 meter, pembangunan sarana sanitasi dan pembangunan rumah Ayu. Hal ini dilakukan karena kondisi penduduk sekitar almarhumah yang mengalami kesulitan air bersih, terlebih jika musim kemarau. Selain itu, pola hidup warga bisa dibilang tidak sehat. Mayoritas warga masih buang hajat (BAB) sembarangan ke sungai dan ke empang. Hal inilah yang menyebabkan kondisi air menjadi tercemar.

"Alhamdulillah, saluran air sepanjang 1500 meter dari sumber mata air di Pegunungan Sewu ke kampung Sewu telah selesai dibangun. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana sanitasi dan air bersih. Kami juga menggelar sosialisasi kepada penduduk sekitar tentang bagaimana perawatan dan penggunaan fasilitas umum ini,” terang Nurjanatunnaim.

Hingga sampai hari ini Kamis (30/11), pembangunan rumah keluarga Ayu Paroji sudah mencapai tahap 90 persen dan hampir rampung. Setelah selesai pembangunan rumah, Tim MSR akan segera melakukan implementasi pemberdayaan ekonomi keluarga Ayu Paroji.   

“Kami akan bantu kakaknya Paroji untuk membuka usaha steam motor dan akan membantu orang tuanya almarhumah membuka usaha warung sembako. Dana dari para donatur telah kami siapkan. Kami berharap dengan dibantunya usahanya, keluarga almarhumah bisa lebih berdaya lagi,” tuturnya penuh harap.  

Bantuan untuk keluarga almarhumah dari donatur kitabisa.com tidak langsung disalurkan berbentuk uang langsung semata, namun dilakukan melalui proses pendampingan, hingga keluarga almarhumah bisa berdaya dan mandiri.

“Ini salah satu program MSR yang penanganannya dilakukan secara komprehensif melalui pendampingan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi,” pungkas Nurjanatunnaim. []

  

 

Tag

Belum ada tag sama sekali