Pendampingan Psikososial dan Bantuan Logistik Bersamai Korban Kebakaran Batam

Bantuan tersebut menyapa sebanyak 43 kepala keluarga. Mereka kini mengungsi di posko sementara, yang didirikan pemerintah setempat.

ACTNews, BATAM – Puluhan anak-anak berkumpul, tertawa menyaksikan pertunjukkan boneka di hadapan mereka. Sementara tepat di belakang mereka sebuah tembok reruntuhan. Hitam legam sisi lain sebelah tembok beton tersebut, hangus bersama rumah-rumah mereka yang terletak balik tembok itu. Pertunjukkan boneka ini adalah salah satu bagian dari pemberian dukungan psikososial dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepulauan Riau. Kegiatan ini untuk mengobati kondisi mental anak-anak tersebut setelah pemukiman mereka terbakar.

Masing-masing rumah mereka merupakan bagian dari 41 Rumah Liar (Ruli) di kawasan Ruli Balai Persero Bawah, Kelurahan Baloi Indah, Lubuk Baja, Batam, Kepualauan Riau, yang habis terpanggang api pada Sabtu (22/6) lalu. Beruntung kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun akibatnya, sebanyak 43 kepala keluarga kini mesti mengungsi di posko sementara.


“Sekarang mereka tinggal di posko sementara yang dibangun dekat dengan lokasi. Di hari kejadian dan hari Ahad (23/6) kemarin juga, kita telah menurunkan bantuan berupa paket sembako untuk korban terdampak,” kata Intan Komalasari dari Tim Program ACT Kepulauan Riau, Senin (24/6).

Intan merinci paket-paket pangan tersebut, di antaranya terdiri dari beras, telur, minyak goreng, teh sariwangi, gula, biskuit, kopi, air mineral, dan pakaian layak pakai. Tim kemudian mengadakan kegiatan dukungan psikososial untuk para korban anak-anak pada hari selanjutnya, setelah kejadian tersebut.

“Kita adakan pendampingan psikososial pada hari kedua. Lalu setelahnya pada hari itu kita bagikan paket susu serta paket makanan untuk balita dan anak-anak yang menjadi korban dari kebakaran ini,” jelas Intan.


Ke depannya kata Intan, pendampingan psikososial akan terus dilanjutkan untuk membersamai korban-korban agar mental mereka tidak jatuh karena bencana ini. Intan mengatakan, tim juga berencana akan melanjutkan kembali bantuan logistik di daerah tersebut.

“Sudah kita rencanakan mengadakan kembali trauma healing untuk membersamai para korban yang masih tinggal di posko. Tetapi kita juga akan lihat selama satu minggu ke depan juga. Rencananya kita akan mengadakan bantuan logistik untuk dapur umum yang telah didirikan di sana kemarin,” ucapnya. []