Pendampingan Wirausaha, Ikhtiar Melayu Dermawan dan Global Wakaf-ACT Bantu UMKM di Batam

ACT telah memulai pendampingan untuk pelaku usaha kecil dan mikro bersama Melayu Dermawa di Batam. Sebagian besar usaha beranjak bangkit dari keterpurukan di masa pandemi setelah menjalankan pendampingan ini.

Bimo, mentor Melayu Dermawan sedang memberikan pendampingan ke pelaku usaha. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, BATAM – Sejak beberapa bulan lalu, di Batam, Global Wakaf-ACT bersama Melayu Dermawan memulai pendampingan untuk usaha skala kecil hingga menengah. Berawal dari puluhan pelaku usaha, kini, peminat program pendampingan semakin bertambah.

Para peserta datang dari berbagai jenis usaha. Mayoritas merupakan pengusaha kuliner. Pada umumnya, pelaku UMKM datang dalam kondisi usaha yang tengah goyah terdampak pandemi. Selain itu, ada juga usaha yang baru saja dirintis dan membutuhkan arahan dan permodalan.

Rizaldi, merupakan salah satu pelaku usaha yang mengikuti pendampingan program Melayu Dermawan-ACT. Pengusaha bakso goreng yang biasa berjualan di lingkungan sekolah ini sekarang mencoba fokus mengembangkan produk kue bangkit khas Melayu. Dalam satu bulan, Rizaldi bisa menjual 1000-2000 buah kue bangkit.

“Usaha bakso goreng sekarang sepi karena anak-anak sedikit beraktivitas di sekolah karena pandemi. Tapi dengan adanya kue lampam yang banyak mendapat saran dari pendamping Melayu Dermawan, ekonomi keluarga saya bisa lebih baik walau sedang krisis ekonomi,” ungkap Rizaldi, Sabtu (20/3/2021).

Dalam program Melayu Dermawan-Global Wakaf, seluruh peserta bakal mendapatkan berbagai materi. Perhitungan pengeluaran uang, pemasaran, legalitas produk hingga tampilan kemasan akan diberikan materinya. Tujuannya, pelaku UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas dan berdampak pada keuangan pengusaha.

Marlina Ramli Koordinator Melayu Dermawan menjelaskan,  secara visi besar, Melayu Dermawan bukan hanya menghadirkan pengusaha yang hanya mampu meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja serta menjadi dermawan. “Sebab saat ini, sukses dan berdampak pada diri sendiri tidaklah cukup. Kita harus meluaskan kebermanfaatan,” kata Marlina.

Marlina berharap, kesuksesan yang telah diraih pelaku usaha di Batam juga dirasakan oleh pengusaha lain di seluruh Indonesia. Global Wakaf-ACT memfasilitasi tujuan ini dengan membangun Wakaf Entrepreneur Center di Jakarta yang menjadi pusat aktivitas peningkatan kapasitas pendamping UMKM. Para pengusaha yang sudah berhasil di Melayu Dermawan menjadi mentor dalam kegiatan ini. “Kami berharap, seluruh pelaku UMKM di Indonesia bisa menerima pendampingan serupa di tanah Melayu ini,” kata Marlina.[]