Pendistribusian Hewan Kurban Jangkau Daerah Kekeringan di Sragen

Global Qurban-ACT Solo mendistribusikan 50 hewan kurban didistribusikan ke empat kecamatan di Sragen. Sejumlah wilayah di empat kecamatan tersebut rawan kekeringan dan minim penyembelihan hewan kurban.

Pendistribusian Hewan Kurban Jangkau Daerah Kekeringan di Sragen' photo

ACTNews, SRAGEN - Kemarau masih menyelimuti hari-hari warga Dusun Kedu, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, tak terkecuali di momen Iduladha. Panasnya cuaca tak menyurutkan semangat tim Global Qurban-ACT Solo untuk mendistribusikan hewan kurban pada Ahad (11/8) lalu.

Dusun Kedu merupakan daerah yang rawan kekeringan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat disana pun sangat rendah. Warso selaku Ketua RT Dusun Kedu mengatakan, kondisi paceklik ini membuat tidak ada warganya yang menyembelih hewan kurban pada Iduladha 2019 ini. Kondisi seperti ini pun sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

"Idhuladha tahun kemarin, dusun ini tidak ada hewan kurban sama sekali. Makanya kita sangat bersyukur dengan bantuan hewan kurban dari Global Qurban-ACT Solo. Warga disini bisa menikmati masakan daging kurban," ungkap Warso.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar. Setiap tahunnya, tidak semua warga mendapatkan daging kurban dikarenakan sedikitnya pekurban di desa tersebut. Di Desa Banyuurip, pendistribusian daging kurban menjangkau 179 jiwa.

Secara total, 50 hewan kurban didistribusikan ke empat kecamatan di Sragen, antara lain Kecamatan Jenar, Kecamatan Miri, Kecamatan Sumberlawang, dan Kecamatan Tangen. Daerah yang menjadi sasaran tim Global Qurban-ACT Solo yaitu daerah yang minim penyembelihan hewan kurban dan rawan kekeringan.

Septi Endrasmoro selaku Kepala Cabang Global Qurban-ACT Solo hewan kurban yang didistribusikan diharapkan bermanfaat bagi warga di pelosok Solo dan sekitarnya. "Kami berikhtiar menjangkau sudut-sudut desa yang minim hewan kurban. Melalui momen kurban ini, kami berusaha menebar kebahagiaan sampai pelosok negeri" tutur Septi. []

Bagikan