Pengabdian Ace Mengajar di Tiga Sekolah Sekaligus

Selama satu minggu, Ace Karyana (47) mengajar 3 sekolah secara bergantian. Bukan tanpa sebab, motivasi anak-anak yang ingin belajar memicunya untuk bersemangat membawa ilmu setiap pagi ke sekolah.

Pengabdian Ace Mengajar di Tiga Sekolah Sekaligus' photo
Ace Karyana ketika menceritakan pengalamannya kepada Tim Global Zakat - Aksi Cepat Tanggap (ACT).

ACTNews, TASIKMALAYA – Bagi Ace Karyana (47), menjadi guru berarti mengabdi penuh. Selama satu pekan, ia mengajar tiga sekolah berbeda yang ada di wilayah Tasikmalaya. Bukan tanpa sebab, motivasi anak-anak yang ingin belajar memicunya untuk bersemangat membawa ilmu setiap pagi ke sekolah.

“Melihat kondisi anak yang motivasinya sangat tinggi untuk belajar, maka kami ingin memberikan pelajaran-pelajaran supaya anak-anak juga bisa dan mengerti. Terutama dalam mata pelajaran agama,” jelas Ace kepada tim Global Zakat – ACT Tasikmalaya pada Ahad (12/7) lalu.

Terkadang untuk mengajar, Ace mesti memastikan motornya menyala selepas subuh. Dua dari tiga sekolah tempat dia mengajar berjarak sangat jauh dari rumahnya. Ada yang ditempuh satu jam dan dua jam. Itupun terkadang mengajar murid yang terbilang sedikit.

“Di Cidugaleun, Singaparna itu ditempuh sekitar satu jam. Kadang bisa 30 menit, dan hanya mengajar 15 orang kelas 2 SD. Sementara kelas 1-nya hanya 2 orang,” cerita Ace.


Sepuluh tahun  mengajar dan kebahagiaan tetap dirasakan Ace meskipun kondisinya belum dapat dikatakan baik. “Walaupun (jarak) jauh, waktu, keadaan dan situasi ditempuh, tapi kebanggaan, kelebihan, dan kesadaran diri tetap ada untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak,” tegas Ace.

Untuk perjuangan Ace mengajar, satu hari di MTs ia mendapatkan gaji sebanyak Rp30 ribu. Sementara untuk mengajar SD, ia dibayar Rp250 ribu per bulannya. Demi tambahan untuk memenuhi kebutuhan satu istri dan kedua anaknya, Ace terkadang menjadi buruh serabutan.

“Untuk memenuhi kehidupan keluarga baik untuk pendidikan, maupun untuk anak, saya menjadi buruh lepas di pasar besi atau di mana saja. Tuhan akan memberikan asal kita berikhtiar dan berusaha, insyaallah Tuhan akan memberikan kita jalan untuk ke sana,” kata Ace. Tekadnya terbukti bahwa keluarganya masih cukup untuk hidup sehari-hari. Bahkan anak tertuanya saat ini menjelang masuk perguruan tinggi negeri.


Global Zakat – ACT mengapresiasi perjuangan Ace lewat program Sahabat Guru Indonesia. Dengan program ini, Global Zakat – ACT menyalurkan amanah sedekah bantuan hidup dari para dermawan kepada Ace. Ia pun senang dengan kehadiran program ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat dermawan Global Zakat – ACT yang telah memberikan santunan dan memberikan hal-hal baik materi maupun immateri. Adanya Global Zakat – ACT, tergugah rasa kemanusiaan kami, tergugah hati kami dan dapat berpikir untuk hal yang lebih baik lagi,” ucap Ace.

Melalui program ini juga, M Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Zakat – ACT Tasikmalaya mengajak para dermawan untuk selalu peduli dengan nasib-nasib guru yang masih jauh dari kata sejahtera. “Harapan kami, para dermawan dapat terus mendukung para guru melalui program ini. Sehingga program Sahabat Guru Indonesia dapat terus menyapa dan mengapresiasi guru-guru lainnya di seluruh pelosok Nusantara seperti Pak Ace,” harap Fauzi. []


Bagikan