Pengabdian Ansar, Seorang Guru Tangguh dari Maros

Selama 26 tahun mengabdi sebagai guru honorer, Ansar menerima gaji Rp250 ribu per triwulan dan mesti menghidupi istri serta kelima anaknya. Namun guru di Madrasah Ibditaiyah (MI) Hidayatullah Tanete Bulu, Kabupaten Maros ini, tetap semangat mendidik.

Pengabdian Ansar, Seorang Guru Tangguh dari Maros' photo
Bantuan biaya hidup yang diserahkan langsung kepada Ansar. (ACTNews)

ACTNews, MAROS – Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT Sulawesi Selatan kembali menyalurkan bantuan biaya hidup bagi guru melalui program Sahabat Guru Indonesia. Tim memberikan bantuan pada Ahad (8/3) lalu kepada Andi Ansar (48). Sosok pengajar tangguh dari Maros, Sulawesi Selatan ini, sudah 26 tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai guru honorer.

Sejak menjadi guru honorer di Madrasah Ibditaiyah (MI) Hidayatullah Tanete Bulu, Kelurahan Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, nasibnya tidak banyak berubah. Sarjana Pendidikan Islam ini hidup bersahaja bersama istri dan kelima anaknya di Desa Damai, Kecamatan Tanralili.


Meski begitu, dia tidak pernah mengeluh dengan keadaan. Bahkan tiga unit motor yang hancur akibat medan berat sekitar puluhan kilometer ke sekolah, tak memupuskan semangatnya mengabdi untuk pendidikan. Jalan menuju sekolah yang terjal, berkerikil, curam, dan licin ketika musim hujan sudah jadi makanan sehari-hari.

Ketika musim hujan tiba, dia berenang melintasi sungai untuk sampai ke tujuan. Ketika guru-guru lain di sekolahnya menyerah dengan keadaan semacam ini, guru bergaji Rp250 ribu per triwulan ini tidak bergeming sedikit pun.


MRI-ACT Sulawesi Selatan memberikan bantuan biaya hidup dan bantuan komponen penunjang lainnya untuk Ansar. (ACTNews)

Agar tak kelelahan, Ansar terkadang menginap di rumah salah seorang guru di dekat sekolah. Ansar sebenarnya tidak tega meninggalkan istri dan kelima anaknya, namun dia terpaksa melakukannya untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan. Dia terus mengajar dengan segala keterbatasannya.

Dengan donasi dari para dermawan lewat ACT dan Kitabisa.com ini, Ansar bertekad untuk terus menginspirasi dan mengabdi di sekolahnya. Meskipun peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah tertutup baginya.

“Karena selain faktor usia, Pak Ansar dari dahulu selalu melewatkan momen rekrutmen. Keadaan yang mengharuskan dia untuk sering tinggal di pelosok yang minim informasi membuatnya selalu kehilangan momentum,” kata Rikal, dari Tim MRI-ACT Kabupaten Maros yang turut serta menyalurkan bantuan ini.

Rikal mengatakan bahwa bantuan telah diberikan kepada sosok yang tepat. Ia berharap nantinya, bantuan ini terus menyemangati Ansar untuk terus mendidik. “Pak Ansar adalah sosok yang benar-benar layak menerima bantuan ini ditinjau dari segi dedikasi dan ketulusannya selama berpuluh tahun. Semoga bantuan ini bisa Pak Ansar Gunakan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Selain bantuan berupa uang tunai, Ansar juga menerima komponen bantuan lain. Bantuan tersebut berupa perlengkapan penunjang mobilitas mengajar seperti laptop, sepatu, tas, jaket dan sembako. Mendapat bantuan ini, Ansar mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada para dermawan yang telah membantunya dan juga mendoakan kesehatan kepada semua yang terlibat dalam bantuan ini. []


Bagikan