Pengabdian Ari Dampingi Mualaf di Tepian Negeri

Setahun terakhir Ari Anggara menetap di Pulau Selat Desa, Batam, bersama keluarganya. Di sana, ia tidak hanya tinggal, tetapi juga menyampaikan syiar Islam yang penuh dengan pesan damai ke warga yang mayoritas merupakan mualaf dari Suku Laut.

Ari Anggara tengah mengemudikan perahu cepat saat menjemput tim ACTNews dari Pulau Batam menuju Pulau Selat Desa, Maret 2021. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, BATAM – Sudah satu tahun terakhir Ari Anggara menetap di Pulau Selat Desa, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Di pulau berpenghuni 45 keluarga yang mayoritas mualaf dari Suku Laut ini, Ari mengambil peran besar. Ayah dua anak tersebut ikut membina agama para mualaf dan menyampaikan syiar-syiar Islam yang penuh kedamaian.

Nyaris setiap hari, Ari menyampaikan pesan dakwah ke warga Selat Desa. Mulai dari mengisi kegiatan keagamaan di Musala Taqwa–yang menjadi satu-satunya fasilitas keagamaan Islam di Selat Desa–Ari juga mengunjungi langsung ke rumah-rumah warga. Baginya, itu semua bukanlah beban, tetapi amanah besar.

“Berdakwah di kepulauan ini memang membutuhkan perlakuan khusus, karena saudara-saudara kita di sini terlahir bukan langsung menjadi seorang muslim. Perlu pendekatan yang lebih agar saudara-saudara kita bisa belajar Islam tanpa terbatas di pulau dengan fasilitas yang masih serba terbatas ini,” ungkap dai asal Tanjungpinang tersebut.

Perlahan-lahan perkembangan Islam di di Selat Desa sangat baik. Warga setempat aktif dalam berbagai kegiatan agama, mulai dari pengajian rutin malam Jumat, ibadah salat lima waktu, salat Jumat, hingga merawat musala.

“Ketika hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha, kami menggelar salat jumat bersama muslim lain di Pulau Air Mas di sebelah Pulau Selat Desa. Kami berharap bisa memperkuat silaturahmi, karena sebenarnya warga kepulauan di sini saling bersaudara, sama-sama Suku Laut,” jelas dai yang mencari nafkah dengan berjualan kopi racikan dan ikan segar ini. 

Ari berharap, Islam bisa terus berkembang di pulau tempat dia mengabdi. Ia pun berkeinginan ada fasilitas pendukung dakwah. Pasalnya, selama ini, dukungan untuk dai di kepulauan masih sangat minim.[]