Pengabdian Pratama Merawat Solidaritas Kemanusiaan

“Ini pengalaman baru bagi saya ya Mas, apalagi bisa bergabung di sebuah lembaga kemanusiaan terbaik di Indonesia,” ungkap Pratama, Perawat Humanity Medical Services ACT.

Ambulans Gratis ACT
Pratama Agus Suryanto tengah berdiri di depan Ambulans ACT. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA – Jalan pengabdian hidup untuk kemanusiaan dipilih oleh Pratama Agus Suryanto (30), salah seorang perawat dari Tim Humanity Medical Services ACT. Ia menjadi bagian dari Covid-19 Medical Careline Services (MCS).

Laki-laki lulusan jurusan keperawatan salah satu universitas di Jakarta itu merasa sangat senang dan bersyukur bisa bergabung menjadi bagian Tim Humanity Medical Services ACT. Pasalnya, sudah dua tahun, Pratama belum mendapatkan pekerjaan tetap dan terpaksa harus beralih profesi menjadi pengemudi ojek daring.

Sebelum menjadi pengemudi ojek daring, Pratama pernah mengabdi sebagai seorang perawat di salah satu rumah sakit di Depok, Jawa Barat, selama tiga tahun. Baginya, mengabdi di ACT memiliki perbedaan yang cukup drastis dibanding saat bekerja di rumah sakit.

“Ini pengalaman baru bagi saya ya Mas, apalagi bisa bergabung di sebuah lembaga kemanusiaan terbaik di Indonesia. Saat bertugas, kita ketemu pasien itu benar-benar tahu latar belakang ekonomi dan kondisi rumahnya. Banyak juga kita ke rumah pasien itu kondisinya tidak layak. Kalau (bekerja) di rumah sakit kan cuma sekadar ketemu pasien aja,” ungkap Pratama, saat diwawancarai ACTNews pada Selasa (21/9/2021).

Terkadang Pratama merasa tidak tega atas kondisi pasien yang ia kunjungi saat pelayanan kesehatan di rumah (home care). Namun, menurutnya itu menjadi nilai lebih ketika bisa membantu masyarakat yang sangat membutuhkan tindakan perawatan medis.

“Istilahnya kalau di sini kita melayani pasien yang benar-benar membutuhkan. Ya perasaannya pasti senang bisa membantu dalam pelayanan home care dan kasih obat-obatan,” tuturnya.

Kini ayah dari dua orang anak ini berharap agar pelayanan Humanity Medical Services ACT semakin meluaskan manfaat kepada masyarakat, apalagi di saat kondisi pandemi Covid-19. “Pelayanan kesehatan kita kan itu gratis dan bergantung pada sedekah dari dermawan sekalian. Insyaallah semoga semakin banyak pihak yang bersedekah melalui ACT,” tambahnya.[]