Pengabdian Ustaz Bahrul di Tengah Masyarakat Suku Sakai

Berdakwah di masyarakat adalah bentuk pengabdian dan ibadah Kepada Allah SWT dan tidak boleh berharap materi.

ustaz bahrul
Ustaz Bahrul usai menerima bantuan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, BENGAKALIS – Desa Kesumbo Ampai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis berada di arah Barat Daya dari Kota Dumai, Riau, atau berjarak 29,3 kilometer sebelah Timur Laut dari Kota Duri, Kabupaten Bengkalis. Mayoritas penduduk Desa Kesumbo Ampai muslim dan bersuku Sakai, salah satu Suku Melayu Tua. 

Meski mayoritas muslim, masyarakat Desa Kesumbo Ampai masih kekurangan pembimbing agama. Jumlah Ustaz tidak merata di seluruh desa. Sehingga masyarakat masih butuh bimbingan ustaz yang benar-benar mengerti ajaran Islam. 

Melihat kondisi tersebut, Ustaz Bahrul terketuk untuk berdakwah di tengah-tengah masyarakat. Sudah 10 tahun Ustaz Bahrul hadir di tengah-tengah masyarakat. Baginya berdakwah kepada masyarakat adalah bentuk pengabdian dan ibadah kepada Allah SWT.

 

“Rumah-rumah warga masih dipisahkan oleh hutan dan kebun sawit. Pekerjaan mereka banyak yang menjadi petani sawit. Meski muslim, mereka masih butuh bimbingan dan dukungan untuk mengerti dan mengamalkan Islam” kata Ustaz Bahrul, Kamis (12/8/2021).

Selama berdakwah kepada masyarakat, Ustaz Bahrul tidak mendapat bayaran. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ustaz Bahrul menjadi petani dengan penghasilan tidak menentu. Bergantung pada hasil panen.

“Alhamdulillah untuk makan sehari-hari ada terus. Yang penting Allah selalu memberi kenikmatan kesehatan bagi saya dan warga di sini, sehingga tetap bisa lancar menjalankan ibadah,” ujarnya. 

Mendukung pengabdian Ustaz Bahrul, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Kamis (12/8/2021). Selain Ustaz Bahrul, di hari yang sama Global Zakat-ACT juga memberikan bantuan biaya hidup kepada dua orang ustaz lainnya.[]