Pengabdian Ustaz Rahayum Membangun Pesantren yang Terbengkalai

Membangun kembali pesantren yang terbengkalai tidaklah mudah. Perlu semangat dan dedikasi yang tinggi karena membangun pesantren adalah bentuk pengabdian yang tidak dapat imbalan materi.

ponpes irsyadul islamiyah
Ustaz Rahayum saat sedang mengajar santri Ponpes Irsyadul Islamiyah. (ACTNews)

ACTNews, LABUHANBATU – Pondok Pesantren (Ponpes) Irsyadul Islamiyah di Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu terbengkalai sejak pengasuhnya wafat. Tidak ada guru pengganti atau penerus yang mengelola pondok. Bangunan pondok hancur dan para santri pergi meninggalkannya. 

Kehadiran Ustaz M. Rahayum di Desa Sei Kasih memberi harapan bagi warga untuk menghidupkan kembali Ponpes Irsyadul Islamiyah. Bangunan pondok direnovasi dan kini sudah digunakan. Kegiatan pendidikan keagamaan di desa tersebut diharapkan kembali bergeliat. 

“Jika pondok dibiarkan terbengkalai, maka tidak ada lagi tempat bagi anak-anak di desa ini untuk belajar agama Islam. Sejak pimpinan pondok terdahulu wafat, tidak ada yang mau mengelolanya dan akhirnya terbengkalai,” kata Ustaz Rahayum, Selasa (17/8/2021). 

Untuk merenovasi bangunan pondok yang terbengkalai, Ustaz Rahayum mengajak serta masyarakat untuk gotong royong, baik tenaga maupun biaya. Meski renovasi belum sepenuhnya selesai, tapi kegiatan belajar di pondok sudah dimulai secara terbatas. 

“Bangunan masih tahap renovasi. Namun karena sudah bisa difungsikan, jadi kegiatan belajar sudah dimulai meski masih terbatas. Santri yang belajar merupakan anak-anak warga sekitar pondok,” ujarnya.


Kondisi bangunan tempat belajar di Pondok Pesantren Irsyadul Islamiyah. (ACTNews)

Dalam mengelola pondok, Ustaz Rahayum tidak membebankan biaya kepada para santri. Saat ini ia masih fokus mengembalikan suasana pondok, baik dari segi bangunan maupun semangat santri belajar Islam. Sehingga suasana pondok yang dulu nyaman dan ramai dengan santri belajar kembali terwujud. “Perlu keberanian dan dedikasi yang tinggi dalam melakukan pengabdian ini,” ungkapnya. Bagi Ustaz Rahayum, biaya dapat menghambat proses belajar santri.[]