Pengalaman Kekeringan Antarkan Rusti Wakafkan Sumur Keluarga

Sempat merasakan dampak kekeringan, Rusti Widayati turut berempati terhadap kondisi saudara sebangsa yang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Empati ini mendorongnya untuk mewakafkan Sumur Wakaf Keluarga. Ia tidak ingin saudara-saudaranya mengalami dampak kekeringan yang pernah ia alami.

Pengalaman Kekeringan Antarkan Rusti Wakafkan Sumur Keluarga' photo
Rusti Widayati (kiri) mewakafkan satu unit Sumur Wakaf Keluarga dan berharap dapat sampai ke saudara-saudaranya yang ada di pelosok. (ACTNews)

ACTNews, PASURUAN - Rusti Widayati kerap merasakan dampak kekeringan di saat musim kemarau. Kebutuhan yang mendesak membuatnya rela mencari air bersih ke mana pun. Oleh karenanya, ia cukup akrab dengan kekeringan.

“Karena saya merasakan sendiri bagaimana rasanya kekeringan itu. Bagaimana rasanya saat benar-benar membutuhkan air, tapi airnya tidak ada. Kalau air mati itu pasti bingung karena mesti cari air ke sana-sini,” ujar Rusti, Senin (11/11).

Kini Rusti bisa menangkal kekeringan itu dengan sumur bor pribadi, sehingga ia tidak lagi kesulitan air. Namun, pengusaha Wisata Kebun Kurba di Desa Sukorejo, Kecamatan Pasuruan, Kabupaten Pasuruan itu makin merenung, bagaimana dengan nasib saudara-saudaranya yang tinggal di pelosok?

Satu kali ia sedang menengok media sosial dan melihat sebuah kiriman dari anaknya. Kiriman itu menginformasikan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) tengah mengadakan Hari Bahagia Nasional 11.11. Khusus di hari itu, beragam program bantuan kemanusiaan ditawarkan. Salah satunya adalah Sumur Wakaf Keluarga. Rusti pun langsung berwakaf senilai Rp 11 juta untuk pembangunan Satu Sumur Wakaf Keluarga.