Pengemudi Becak yang Berkurang Penghasilannya Selama Pandemi

Pandemi membawa dampak besar pada pekerja informal di Banjarmasin. Seperti yang dirasakan Bahrun, seorang pengemudi becak, yang penghasilannya terus menurun seiring lamanya pandemi.

Pengemudi becak saat menerima paket pangan dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Sudah beberapa tahun Bahrun, warga Banjarmasin, menjadi pengemudi becak. Dari pekerjaannya tersebut, ia memenuhi kebutuhan harian keluarga. Sayang, rezekinya tak semulus yang dibayangkan. Sejak berkembangnya ojek daring, pendapatannya berangsur turun. Ditambah lagi sejak tahun 2020 pandemi menerjang Indonesia yang semakin membuat pendapatannya sulit diraih.

“Di zaman sekarang sulit dapat pelanggan. Harus bersaing sama transportasi lain, utamanya ojek online jadinya susah,” tutur Bahrun kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kamis (12/8/2021).

Selain persaingan dengan transportasi lain, pandemi berkepanjangan pun turut berdampak besar pada ekonomi Bahrun. Terlebih saat pemberlakuan pembatasan aktivitas yang begitu ketat, penumpang becak Bahrun semakin saja berkurang.

Melihat kondisi ini lah yang kemudian membawa ACT menghadirkan pangan dari Operasi Pangan Gratis untuk Bahrun. Bahagia terlihat jelas dari raut wajahnya. Pangan ini bagi Bahrun sangat membantu, apalagi untuk menopang kebutuhan keluarganya.

Ratih Ayu dari tim Program ACT Kalimantan Selatan mengatakan, Operasi Pangan Gratis yang hadir untuk Bahrun merupakan buah kolaborasi dengan Forum Kepala Teknik Tambang Kalsel. Selain Bahrun, ada puluhan pekerja informal lain dan warga prasejahtera yang mendapatkan paket pangan serupa.

“Semoga dengan hadirnya Operasi Pangan Gratis ini dapat meringankan beban masyarakat prasejahtera,” harap Ratih.[]