Pengemudi Ojek Online Peduli Palestina

Pengemudi Ojek Online Peduli Palestina

ACTNews,  CIPUTAT - Mendengar kabar tentang kondisi warga Palestina yang masih saja dirundung konflik, siapa yang tidak miris? Yogi Permana (22), seorang pengemudi ojek online (ojol) pun mengaku begitu. Berbekal informasi yang diperoleh dari media sosial Aksi Cepat Tanggap, Yogi datang berkunjung ke kantor ACT di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (9/3).

Yogi yang datang seorang diri, masih memakai atribut ojol, memiliki tujuan mulia. Ia membawa serta seluruh uang tabungannya yang tersimpan di dalam sebuah celengan berukuran sedang. Ya, selama kurang lebih enam bulan bekerja sebagai pengemudi ojol, Yogi menabung demi membantu warga Palestina yang masih dirundung berbagai macam krisis.

“Sebenarnya saya sudah tahu kabar tentang Palestina sudah lama, namun baru kemarin saya memiliki kesempatan untuk memberikan sedikit rezeki saya untuk warga Palestina. Semoga ini bisa menjadi ladang jihad saya di jalan Allah dan bekal saya di akhirat. Walau tidak seberapa, saya senang bisa membantu sesama,” kata Yogi.

Di balik aksi pedulinya terhadap Palestina, ada pesan yang ingin disampaikan Yogi untuk masyarakat Indonesia. Yogi ingin mengajak siapapun yang memiliki kedermawanan untuk mendukung Indonesia Selamatkan Palestina, inisiasi ACT dengan melayarkan Kapal Kemanusiaan Palestina yang membawa 10.000 ton paket bantuan.

“Saya juga ingin mengajak masyarakat Indonesia, terlebih teman sesama pengemudi ojol, untuk menyisihkan sedikit rezeki guna membantu warga Palestina. Saya yakin semua yang diamalkan untuk membantu sesama akan berujung baik untuk diri kita sendiri. Allah akan membantu siapapun umat-Nya yang membantu sesama,” tutur Yogi.

Tak lupa, Yogi juga berharap warga Palestina tak berhenti berjuang untuk merebut kembali hak-haknya sebagai bangsa dan warga negara. “Semoga saudara kita yang ada di Palestina tidak merasa putus asa dan terus berjuang, sebab kami, bangsa Indonesia selalu mendukung kebebasan Tanah Air Palestina,” tambahnya.

Sekali lagi, Yogi yang hanya bekerja sebagai pengemudi ojol menjadi contoh bahwa siapapun bisa berkontribusi membantu jutaan warga Palestina yang terjebak blokade dan krisis kemanusiaan. Sekecil apa pun jumlahnya, sekadar niat untuk melakukan kebaikan bisa bermakna besar bagi warga Palestina. []