Pengentasan Rawan Pangan di Kabupaten Manggarai Timur

Pengentasan Rawan Pangan di Kabupaten Manggarai Timur

ACTNews, MANGGARAI TIMUR – Ketika mendengar kata Manggarai Timur, yang ada dipikiran kita mungkin akan terbayang atau tertuju kepada salah satu daerah di Jakarta. Namun Manggarai Timur yang dimaksud, yang akan 'dikupas' dalam tulisan ini adalah bukan Manggarai Timur di Jakarta. Akan tetapi salah satu Kabupaten di Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT.
   
Kabupaten Manggarai Timur ini merupakan Kabupaten yang beberapa tahun lalu baru saja dimekarkan dari Manggarai Raya. Topografi daerah Kabupaten Manggarai Timur ini merupakan dataran tinggi. Wilayah ini terdiri dari 6 Kecamatan, 10 Kelurahan serta 104 Desa. Luas wilayah Kabupaten Manggarai Timur 2.642,93 Km2 dengan jumlah penduduk 232.201 Jiwa.
 
Kondisi jalan di kabupaten Manggarai Timur saat ini sangat memprihatinkan. Penyebabnya, jalan yang dibangun sejak tahun 1980-an itu tidak pernah diperhatikan dan diperbaiki oleh pemerintah Provinsi NTT. Tak ayal karena akses jalan yang raya yang tidak bagus ditambah mayoritas merupakan daerah pegunungan (perbukitan), maka banyak masyarakat yang mengeluhkan proses jual beli (pemasaran hasil buminya) yang terhambat oleh buruknya transportasi jalan raya.       

Sampai saat ini wilayah kabupaten Manggarai Timur, belum tersentuh sarana dan prasana kesehatan. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah kabupaten Manggarai Timur pun baru akan dimulai pada oktober  tahun 2016 (tahun ini).
 
Mayoritas masyarakat penduduknya bermatapencaharian sebagai petani, diantaranya petani kemiri, kopi dan palawija dengan hanya mengandalkan  curah hujan dan mengandalkan aliran sungai, seperti 2 sungai yang melintasi Kabupaten ini, yaitu: sungai Wae Laku dan Wae Bobo. Sumber air di Kabupaten ini sangatlah kurang!
 
Karena para petani hanya mengandalkan curah hujan, seringkali di saat musim kemarau datang para petani tak bisa bertani, kalaupun memaksakan untuk bertani, para petani sering mengalami gagal tanam dan gagal panen karena kurangnya suplai air.
 
Seperti yang terjadi di tahun ini 2016 ini, yang mengalami kemarau panjang  akibat dari el nino yang terjadi di wilayah timur Indonesia, di tahun 2016 ini wilayah kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores dilanda kekeringan sepanjang tahun, maka hampir dipastikan masyarakat mengalami gagal tanam dan gagal panen, maka ancaman bencana kelaparanpun tak dapat dielakkan. Untuk melanjutkan kelangsungan hidup ,saat ini masyarakat kabupaten Manggarai Timur,  hanya mengkonsumsi umbi-umbian dan jagung.
 
Di Kabupaten inilah  program-program kemanusiaan ACT dijalankan bersama mitra-mitranya. Diantaranya Program Tepian Negeri (pembangunan sekolah, masjid dan sarana publik lainnya), Global Qurban, Program Paket Pangan Ramadhan, Program Sedekah Pangan  dan program kemanusiaan lainnya.
 
Kabupaten Manggarai Timur adalah salah satu daerah di Indonesia timur yang menjadi sasaran implementasi Program Sedekah Pangan. Untuk mengatasi problematika kemiskinan, kerawanan pangan atau ancaman kelaparan, akibat faktor alam seperti kemarau panjang  atau bencana alam dan kemanusiaan lainnnya.
 
Melalui Program inilah ACT berusaha ikut mengentaskan segala problematika kemanusiaan tersebut.
 
Ada 4 tujuan dalam pelaksanaan Program Sedekah Pangan ini: Pertama, menyelamatkan kehidupan masyarakat yang terdampak kelaparan di Indonesia. Kedua, menyediakan ketersediaan pangan bagi masyarakat rawan pangan. Ketiga, memperbaiki kualitas gizi dan makanan masyarakat rawan pangan. Keempat, menggugah kepedulian masyarakat untuk peduli dengan nasib masyarakat rawan pangan.
 
Dengan didasari empat tujuan itulah Program Sedekah Pangan ACT, berjalan saat ini (on going program). Semoga Program ini bisa membantu Pemerintah dalam mengentaskan rawan pangan, kemeskinan dan kelaparan di negeri tercinta ini, amien…! []
 
Penulis: Muhajir Arif Rahmani    

Tag

Belum ada tag sama sekali