Pengungsi Anak Suriah di Lebanon Rayakan Lebaran dengan Meriah

"Meski mereka tinggal jauh dari rumah, kami berharap mereka masih bisa merasakan berlebaran seperti biasanya."

Pengungsi Anak Suriah di Lebanon Rayakan Lebaran dengan Meriah' photo

ACTNews, LEBANON - Selayaknya menunaikan ibadah pada bulan suci Ramadan, merayakan Idulfitri juga penuh dengan sukacita. Namun, fakta menyebutkan tidak semua muslim bisa merasakan sukacita berlebaran. Ada sebuah bangsa di belahan dunia sana, berjuta kilometer jaraknya dari Indonesia, yang bahkan alami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan. Bangsa itu bernama Suriah.


Bertahun-tahun tanah airnya dirundung konflik berkepanjangan, membuat ribuan bahkan jutaan warga Suriah terus bepergian ke tempat yang aman. Salah satunya ke Saida, Lebanon. Saida sendiri adalah sebuah kota yang terletak di sebelah selatan Lebanon. Meski sudah pindah ke tempat yang aman, kehidupan para pengungsi Suriah tak kunjung membaik. Tidak adanya pekerjaan dan penghasilan, menyulitkan mereka untuk memenuhi kebutuhan, terutama pada bulan Ramadan dan saat Lebaran.




Jelang Idulfitri kemarin, ACT berupaya menghadirkan sukacita bagi para pengungsi Suriah di Saida, Lebanon. Utamanya untuk pengungsi anak Suriah, ACT telah memberikan bingkisan Lebaran pada Ahad (2/6) dan Senin (3/6). Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT mengungkapkan, kegiatan distribusi berlangsung meriah. Hadirnya badut-badut menambah keceriaan pengungsi anak Suriah.


"Alhamdulillah, distribusi berlangsung dengan meriah. Sebanyak 100 keluarga, di mana per keluarga memiliki dua hingga tiga anak, telah menerima bingkisan Lebaran dari Indonesia. Semoga bisa memberi kebahagiaan hari kemenangan kepada mereka," tutur Firdaus.


Tak hanya bingkisan Lebaran untuk ratusan pengungsi anak, ACT melalui relawan lokal di Lebanon juga membagikan bantuan pangan kepada orang tua mereka. Kata Firdaus, bantuan pangan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mereka sekaligus memberi kesempatan bagi para orang tua pengungsi agar dapat menyajikan hidangan Idulfitri ala warga Suriah untuk keluarga mereka.




"Meski mereka tinggal jauh dari rumah, kami berharap mereka masih bisa merasakan berlebaran seperti biasanya. Dapat memasak panganan Idulfitri khas mereka sendiri sebagai warga Suriah," terang Firdaus.


Firdaus pun mengisahkan, menurut relawan lokal ACT di Lebanon, banyak senyum yang tampak dari para pengungsi Suriah, bagi anak-anak maupun orang dewasanya. "Mereka menitip salam, katanya, 'Terima kasih Indonesia, semoga Allah selalu memberkahi kalian semua," tuturnya. []

Bagikan