Pengungsi di Seram Bagian Barat Syukuri Kehadiran Dapur Umum ACT

"Terima kasih banyak pada tim ACT karena dapur umum ini sangat membantu," ungkap Mama Wati.

Pengungsi di Seram Bagian Barat Syukuri Kehadiran Dapur Umum ACT' photo
Para ibu di pengungsian Dusun Kelapa Dua sibuk memasak di Dapur Umum ACT. (ACTNews/Andi Fajar Aswan)

ACTNews, SERAM BAGIAN BARAT - Wajah bahagia terpancar dari pengungsi yang mendiami pos pengungsian Dusun Air Buaya dan Dusun Kelapa Dua di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Hal ini terlihat langsung saat tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT di Seram Bagian Barat menyambangi para mama (ibu) yang bertugas di dua Dapur Umum ACT, Rabu (16/10).

Rupia Watti Sarluf, warga Dusun Air Buaya, sangat berterima kasih kepada ACT yang sudah membantu warga di dusunnya. "Terima kasih banyak pada tim ACT karena dapur umum ini sangat membantu," ujar wanita yang akrab disapa Mama Wati ini.

Wati menjelaskan, selama 2 pekan pasca gempa 6,5 melanda Maluku, masyarakat yang memiliki pekerjaan harus berhenti bekerja. "Warga yang bekerja sebagai nelayan harus berhenti melaut karena kapal dan alat tangkap yang biasa dipakai rusak. Warga juga trauma untuk melaut saat ini," imbuh Wati.

Sementara itu, M. Taip Talaohu selaku tokoh masyarakat di Dusun Air Buaya mengungkapkan bahwa para mama perlahan mulai ceria, terlepas kondisi mereka yang serba terbatas di pengungsian. "Mama-mama sudah kelihatan ceria. Dulu itu mukanya selalu lesu. Bahkan sejak hadirnya dapur umum ini, persatuan dan keakraban terhadap tetangga semakin terjalin," ungkap Taip.

Namun demikian, masih ada permasalahan lain yang kini dikeluhkan pengungsi, yakni air bersih. Dari data yang dikumpulkan MRI-ACT, jumlah pengungsi di dua dusun tersebut sekitar 2.200 jiwa. Sementara air bersih yang didistribusikan sekitar 1.000 liter. "Masyarakat di sini sangat butuh air bersih. Soalnya, air bersih itu kadang datang 2 hari sekali (1.000 liter), sementara kebutuhan air sangat tinggi,” keluh Taip. Ia berharap bantuan air bersih datang dengan jumlah yang lebih besar agar pengungsi tidak kesulitan mendapatkan air bersih jauh di bawah perbukitan setiap harinya. []


Bagikan