Pengungsi Gempa Malang Sempat Tidur di Kandang Kambing

Rumah hancur akibat gempa, Suryani sempat tidur di kandang kambing. Ia pun kini memilih hidup di pengungsian karena tidak berani kembali ke rumah, khawatir rumahnya ambruk sewaktu-waktu.

Suryani penyintas gempa Malang
Suryani, penyintas gempa Malang, (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, KABUPATEN MALANG — Gempa yang mengguncang Malang pada Sabtu (10/4/2021) membuat rumah milik Suryani, warga di RT 04, RW 04, Kampung Dandang, Desa Pamotan, Kecamatan Dampit, rusak. Malam setelah gempa, Suryani tidur di kandang kambing. Karena saat itu ia masih dibayangi ketakutan gempa susulan. 

Kisah Suryani diketahui tim Aksi Cepat Tanggap Malang. Kini, Suryani tinggal di pengungsian bersama penyintas gempa yang lain. “Kasur tidak bisa dipakai kena reruntuhan. Tembok dan genting berguguran. Beliau juga belum berani tidur di rumah, takut tiba-tiba ambruk,” terang Kepala Cabang ACT Malang, Iqrok Wahyu Perdana, Kamis (22/4/2021). 

Selain tidak memiliki tempat tinggal, Suryani dan keluarga juga tidak memiliki penghasilan yang stabil usai gempa. Suami Suryani, yang merupakan tulang punggung keluarga, bermata pencaharian sebagai tukang jahit sandal di pasar. Sejak gempa, penghasilannya tidak seberapa sehingga mengandalkan dapur umum kemanusiaan.

Iqrok mengatakan, pemulihan kehidupan para penyintas gempa Malang belum menemukan titik terang. Mereka masih sangat membutuhkan banuan kemanusiaan karena kehabisan harta untuk menyambung penghidupan yang layak.

“Insyaallah, untuk membantu kehidupan para penyintas seperti Suryani, ACT dan Global Zakat akan menyalurkan zakat fitrah dari muzaki kepada para penyintas. Mari kita bantu saudara kita dengan zakat fitrah yang tunaikan melalui Global Zakat-ACT,” ajak Iqrok.[]