Pengungsi Merapi Bertambah, Kebutuhan Logistik Meningkat

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi diikuti peningkatan aktivitas pengungsi dan kebutuhan logistik.

Serah terima bantuan logistik sahabat dermawan yang disampaikan melalui ACT Solo ke Pengurus Posko Forum Pengurangan Risiko Bencana di Gedung Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (11/1/2021). (ACTNews)

ACTNews, BOYOLALI – Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi beberapa hari lalu juga diikuti dengan pertambahan jumlah pengungsi. Sejumlah 241 jiwa kini tercatat di tempat penampungan pengungsi sementara Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. 

Merespons kebutuhan logistik pengungsi yang juga meningkat, Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia Solo segera mengirimkan bantuan logistik ke Posko Forum Pengurangan Risiko Bencana di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (11/1/2021). Posko Forum Pengurangan Risiko bencana merupakan posko induk yang menyalurkan logistik untuk tiga posko lainnya, yakni posko di Desa Klakah, Jrakah, dan Tlogolele.

Koordinator Program ACT Solo Ardiyan Sapto menyampaikan, secara berkala terus mengirimkan bantuan sesuai kebutuhan pengungsi dan posko. “ACT Solo terus memantau kondisi Merapi dan berkoordinasi dengan relawan dalam merespons kebutuhan pengungsi secara tanggap dan optimal. Kami juga menyiapkan tim relawan yang standby,” ungkap Ardiya.

Sementara itu, Kepala TPPS Tlogolele Neigen Achtah Nur Edy Saputra menyampaikan, kondisi terkini pengungsi di TPPS Tlogolele meningkat beberapa hari terakhir. “Alhamdulillah masyarakat dalam kondisi sehat. Kebutuhan pangan sepekan ke depan juga  aman. sementara, kebutuhan pengungsi yang masih perlu bantuan antara lain sabun mandi, sabun cuci, makanan balita,” ungkap Neigen.

Sebelumnya, Tim ACT dan MRI Solo juga mendampingi pengurus TPPS Desa Tlogolele meninjau jalur menuju TPPS yang  longsor akibat hujan deras pada Ahad (10/1/2021).[]