Pengungsi Merapi di Boyolali Bertambah, Bantuan dan Pendampingan Psikososial Terus Diberikan

Dengan penambahan pengungsi yang ada, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus mengirimkan bantuan, baik itu berupa logistik kebutuhan pengungsi hingga pendampingan psikososial untuk pengungsi anak.

Para pengungsi anak di TPPS Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali bermain boneka yang ditemani tim pendampingan psiokosial ACT dan MRI Solo. (ACTNews)

ACTNews, BOYOLALI - Kondisi Siaga III Gunung Merapi masih belum berubah, bahkan jumlah pengungsi yang berdatangan semakin banyak. Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali mengalami penambahan jumlah pengungsi. Hingga Sabtu (21/11), total ada 280 jiwa yang mengungsi di TPPS Desa Tlogolele.

Dengan penambahan pengungsi yang ada, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus mengirimkan bantuan, baik itu berupa logistik kebutuhan pengungsi hingga pendampingan psikososial untuk pengungsi anak. Sabtu (21/11), pendampingan psikososial ini kembali hadir menemani para pengungsi anak bermain dan belajar dari siang hingga sore hari. 

"Hari ini kami mengirimkan bantuan logistik dan memperikan dukungan psikososial di TPPS Tlogolele. Kali ini kami membawakan permainan tradisional, mewarnai bersama, mendongeng, bernyanyi, dan melaksanakan beberapa permainan seru. Harapannya, anak-anak di TPPS ini bisa terus bersemangat. Kami berharap kondisi Merapi segera bisa kondusif," ungkap Ardiyan Sapto dari Tim Program ACT Solo, Sabtu (21/11).

Neigen Achtah Nur Edi Saputra selaku ketua TPPS Tlogolele menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak ACT dan MRI Solo. "Saya mewakili warga di pengungsian Tlogolele mengucapkan terima kasih kepada ACT dan MRI Solo serta seluruh dermawan atas kepeduliannya untuk memberikan bantuan kepada kami di pengungsian. Semoga menjadi amal ibadah dan mendapatkan balasan terbaik," tutur Neigen.[]