Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Belajar Keterampilan Baru

Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe bersama Masyarakat Relawan Indonesia mendampingi pengungsi Rohingya di Lhokseumawe berketrampilan menjahit dan mengelas.

Pengungsi Rohingya di Kamp pengungsian Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, belajar keterampilan mengelas. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe bersama Masyarakat Relawan Indonesia terus mendampingi pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsi Rohingya, Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua. Dalam pekan ini, pelatihan las dan menjahit diberikan kepada para pengungsi.

Seperti Rabu (24/2/2021), kegiatan menjahit diberikan kepada ibu-ibu di pengungsian. Hari itu, pelatihan membuat sarung bantal diberikan. Mulai dari mengukur bahan, memotong kain, hingga menjahit. Koordinator Program ACT Lhokseumawe Hidayatullah menjelaskan, pendampingan keterampilan ini menjadi ikhtiar ACT mendukung kemandirian para pengungsi suatu hari nanti.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Ibu dan remaja perempuan antusias. Awal ini, mereka membuat sarung bantal. Ada juga yang mengecilkan pakaian sendiri,. Insyaallah pelatihan ini akan diberikan beberapa hari dalam seminggu,” jelas Hidayatullah.

Selain menjahit, pelatihan mengelas juga diberikan kepada laki-laki Rohingya di kamp pengungsian. Barang-barang yang dibuat antara lain rak dispenser, satu set kursi dan meja yang dipesan oleh ACT. “Saat ini, kami fokus pada pendampingan keterampilan. Jika memungkinkan, suatu hari akan mengarah ke ranah produksi,” kata Hidayatullah.

Pengungsi Rohingya yang ada di Lhokseumawe saat ini tiba di pesisir Aceh pada Juni dan September lalu. ACT mendampingi kehadiran mereka, mulai dari pengadaan makan, kesehatan, keterampilan, bersama sejumlah lembaga kemanusiaan lain.[]