Pengungsi Rohingya Terombang-ambing di Laut Andaman

Badan PBB untuk pengungsi (UNHCR) menyerukan penyelamatan pada kelompok pengungsi Rohingya setelah perahu mereka mogok di Laut Andaman.

pengungsi rohingya
Ilustrasi. Pengungsi Rohingya terdampar di Pesisir Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, awal September lalu. (ACTNews/Amanda Jufrian)

ACTNews, BANGLADESH – Puluhan pengungsi Rohingya, dalam jumlah yang belum bisa dipastikan, ada di Laut Andaman, sejak Sabtu (20/2/2021). Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) melaporkan, saat ini kondisi mereka tengah terombang-ambing sebab mesin perahu mati di tengah Laut Andaman.

Direktur Biro Regional UNHCR untuk Asia dan Pasifik Indrika Ratwatte menegaskan, menolong nyawa seharusnya menjadi prioritas. “Sejalan dengan kewajiban internasional di bawah hukum laut dan tradisi maritim yang sudah berlangsung lama, kewajiban untuk menyelamatkan orang-orang yang kritis di laut harus dilakukan, tanpa memandang kebangsaan atau status hukum,” jelas Indrika. 

Sementara itu, penjaga pantai India menemukan 81 orang masih hidup di kapal dan memberi mereka makanan, air, dan perawatan medis. Sejumlah 47 penumpang memiliki kartu identitas dari UNHCR yang dikeluarkan di Bangladesh. Identitas tersebut menunjukkan, manusia perahu itu adalah warga negara Myanmar yang mengungsi.

Krisis pengungsi Rohingya menjadi salah satu kasus yang paling kompleks dalam kemanusiaan internasional. Kasus memuncak pada Agustus 2017, ketika hampir 800 ribu orang bermigrasi meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh.[]