Pengungsi Semeru Tunjukan Gejala Sakit Ringan

Anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Surabaya Heri Setiawan saat dihubungi Ahad siang melaporkan, sejumlah pengungsi mengalami gejala kelelahan seperti mual, demam, dan sesak napas.

Erupsi Semeru, Para Pengungsi Diserang Berbagai Penyakit
Tim Humanity Medical Services ACT melakukan asesmen kesehatan kepada para pengungsi erupsi Gunung Semeru di Masjid Nurul Huda, Kamarkanjang. (ACTNews)

ACTNews, LUMAJANG – Persediaan pangan, air bersih, selimut, dan vitamin yang terbatas membuat pengungsi erupsi Gunung Semeru rentan penyakit. Ahad (5/12/2021) siang, Tim Humanity Medical Services Aksi Cepat Tanggap sudah melakukan asesmen kesehatan kepada para pengungsi di di Masjid Nurul Huda, Kamarkanjang, Kecamatan Candipuro dan rumah warga.

Anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Surabaya Heri Setiawan saat dihubungi Ahad  siang melaporkan, sejumlah pengungsi mengalami gejala kelelahan seperti mual, demam, dan sesak napas.

“Kami melakukan asesmen kesehatan kepada 500 pengungsi yang meliputi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia. Insyaallah, tim dokter dan perawat dari Humanity Medical Services ACT akan terus memantau kondisi kesehatan para pengungsi. Obat-obatan, vitamin, masker, tabung oksigen, dan armada ambulans telah kami siapkan. Mohon doa dan dukungan dari dermawan sekalian untuk keselamatan para pengungsi dan tim yang bertugas,” tambah Heri.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 13 orang meninggal dunia karena musibah ini dan 41 orang mengalami luka bakar.[]