Pengungsi Suriah Dambakan Hunian Hangat

Sejumlah bayi dan anak Suriah di tenda pengungsian terbujur kaku. Mereka tidak sanggup menghadapi musim dingin yang mematikan.

Pengungsi Suriah Dambakan Hunian Hangat' photo
Relawan Aksi Cepat Tanggap tengah mengecek kondisi lahan yang akan dibangun rumah yatim untuk pengungsi ibu dan anak Suriah di Reyhanlli, Turki. (ACTNews)

ACTNews, REYHANLI, IDLIB, AFRIN – Komisi PBB untuk Pengungsi mencatat, 3.585.209 Suriah teregistrasi hingga hingga 30 Januari 2020 lalu. Pada sebulan sebelumnya, Desember 2019. eksodus pengungsi Suriah saja disebut PBB mencapai 900.000 ribu jiwa.

Firdaus Guritno dari timGlobal Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap melaporkan, setiap hari memang selalu ada pengungsi internal Suriah yang memadati kamp pengungsian di kota Idlib. Firdaus menceritakan, sejumlah keluarga harus berjejal di dalam tenda karena tidak ada lagi tempat berteduh.

“Kondisi terkini pengungsi semakin membludak di bagian utara Idlib. Jutaan pengungsi kini harus berbagi tempat dengan ratusan pengungsi yang datang dari Saraqib dan wilayah Idlib Selatan lain,” kata Firdaus.

Sementara itu, ACT tengah menyiapkan Rumah Yatim Suriah di Kota Reyhanli, Turki, yang berbatasan langsung dengan Idlib. Kompleks Rumah Yatim yang akan dibangun dengan model prefabrikasi ditargetkan menampung 80-100 keluarga, dengan perhitungan satu keluarga terdiri dari 5 anak dan satu orang tua.

“Kami tengah berikhtiar membangun Rumah Yatim yang tidak hanya sebagai tempat tinggal, namun juga dilengkapi dengan fasilitas belajar dan bermain, seperti fasilitas ruang kelas,” kata Firdaus.

Bukan hanya di Idlib, pengungsi Suriah di Kota Afrin-yang terletak di Barat Laut Turki-juga harus sekuat tenaga bertahan di musim dingin yang mematikan. Salah satunya keluarga Iman Ahmed Laila.

Iman mempunyai seorang bayi perempuan berusia 18 bulan. Petugas medis Suriah mengatakan, bayi tersebut telah meninggal sebelum tiba di pusat kesehatan Al-Shifa, sebagaimana dikabarkan Anadolu Agency.[]


Bagikan