Pengungsi Suriah Menahan Lapar dan Dingin di Lembah Bekaa

“Kami tidak punya daya dan upaya kecuali meminta belas kasih kepada Allah dan meminta bantuan kepada saudara kami di negara kalian yang mulia,” ungkap Ahmad, salah satu pengungsi Suriah di Lembah Bekaa, Lebanon.

pengungsi suriah
Ilustrasi. Pengungsi Suriah membutuhkan bantuan perlengkapan musim dingin, seperti jaket, selimut, dan bahan makanan yang cukup. Sebagai pengungsi, mereka amat mengandalkan bantuan kemanusiaan. (ACTNews)

ACTNews, BEKAA – Lembah Bekaa tak pernah bersahabat jika musim dingin tiba. Suhu yang mencapai titik beku selalu menggigilkan tulang. Keadaan yang membahayakan itu, mau tidak mau, harus diterima pengungsi internal Suriah. Tidak ada pilihan bagi mereka. Lembah Bekaa menjadi salah satu wilayah yang cukup aman untuk berlindung.

Ahmad, salah satu pengungsi yang ditemui mitra Aksi Cepat Tanggap pada Februari ini menceritakan, banyak anak yang mati kelaparan dan kedinginan di pengungsian. Orang tua mereka tidak memiliki apa pun. Hampir semua pengungsi di kamp mengalami ini.

“Kami memanggil anda saudara muslim kami di Indonesia untuk membantu pengungsi, yang tidak punya daya dan upaya kecuali meminta belas kasih kepada Allah dan meminta bantuan kepada saudara kami di negara kalian yang mulia,” kata Ahmad.


Banjir dan badai salju kerap menyelimuti kamp pengungsian Suriah. (ACTNews)

Selain tidak ada makanan, banjir dan badai salju kerap menerjang pengungsian. Kondisi ini lebih menyakitkan bagi pengungsi yang membutuhkan bantuan medis.

Fatima, salah satu pengungsi yang lain, mengatakan, tenda-tenda butuh renovasi, dikarenakan salju. Anak-anak dan perempuan dalam keadaan yang semakin rentan. “Saya memiliki 20 anggota keluarga dalam satu tenda, saya memiliki anak laki-laki dengan disabilitas yang kakinya telah dioperasi enam kali. Kami tidak ada listrik dan hidup dari sampah, keadaan kami buruk, buruk sekali. Tidak ada pekerjaan, tidak ada perlindungan dari corona,” katanya.

Aksi Cepat Tanggap melalui situs urun dana Indonesia Dermawan sedikitnya menyediakan 15 program untuk membantu pengungsi Suriah. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - Aksi Cepat Tanggap menerangkan, Setiap musim dingin, Aksi Cepat Tanggap terus berikhtiar memberikan bantuan terbaik untuk para pengungsi Suriah. “Tahun lalu, kita berikhtiar memberikan ratusan paket musim dingin. Tahun ini, kami berharap, bersama Sahabat Dermawan membantu lebih banyak pengungsi,” pungkas Said.[]