Pengungsi Suriah Mulai Huni Flat Baru pada Ramadan Ini

Mulai April dan Mei ini, atau bertepatan dengan Ramadan, pengungsi Suriah mulai menempati flat baru dari ACT

Pengungsi Suriah Mulai Huni Flat Baru pada Ramadan Ini' photo

ACTNews, IDLIB – Nampan besi menjadi tatakan khobz, serta minuman yang dikonsumsi Abu Imad berserta istri dan ketiga anaknya. Seraya bercakap untuk menghangatkan suasa di keluarga kecil itu. Abu Imad merupakan salah satu penghuhi yang tinggal di flat yang ada di Al-Dana, Idlib, Suriah, berdekatan dengan pintu perbatasan Suriah dan Turki, Bab-Al Hawa atau Cilvegozu.

Flat tersebut baru saja rampung dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), diperuntukkan bagi pengungsi Suriah yang amat membutuhkan. Abu Imad adalah salah satu penerimanya.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun Abu Imad berserta istri dan ketiga anaknya tinggal di bawah tenda pengungsian di daerah pedesaan di Idlib, Suriah. Mereka mengungsi setelah konflik berkepanjangan selama 7 hingga 8 tahun di Homs. “Bombardir dari pesawat tempur menjadi ancaman nyata bagi jutaan warga sipil Suriah. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk tetap tinggal di tanah kelahirannya,” tutur Abu Imad.

Ketiga anak Abu Imad menjadi korban konflik menahun itu. Mawa dan Samira, anak perempuan Abu Imad mengalami cacat permanen akibat terkena bombardir. Mawa mengalami patah tulang punggu, sedangkan Samira terpaksa kehilangan kaki kirinya akibat serangan udara. Sedangkan seorang anak laki-laki Abu Imad kini hidup dengan perangkat besi yang menopang kakinya akibat luka parah terkena senjata.

Abu Imad menuturkan, konflik menahun itu memaksa mereka dan jutaan orang lain keluar Homs dan mengungsi di pedesaan di Idlib. Hidup di bawah tenda merupakan hal berat yang mesti mereka lalui.

“Saat musim dingin, air masuk ke dalam tenda dari berbagai sudut. Merendam seisi tenda, membuat pakaian kami basah. Sedangkan saat musim panas, udara seperti membakar kami, terlebih jika berdiam di dalam tenda seakan hidup di tengah api,” ungkap Abu Imad.

Semakin hari, kehidupan di pengungsian semakin memburuk. Tak ada rumah sakit juga dokter jika pengungsi mengalami luka atau kondisi fisik sedang tidak baik. Mereka juga tak memiliki apa-apa.



Menjalani Ramadan di flat

Masuk bulan April hingga Mei atau menjelang Ramadan 1440 H, pengungsi Suriah sudah dapat menempati flat dari ACT yang berada di Al-Dana, Idlib. Mereka dapat menjalankan ibadah puasa tanpa perlu berpanas-panasan di bawah tenda pengungsian, termasuk Abu Imad dan keluarganya.

Secara administratif, Al-Dana menjadi bagian dari Provinsi Idlib, letaknya 38 kilometer di barat Aleppo dan berbatasan langsung dengan Turki bagian utara. Kota tersebut menjadi salah satu daerah aman bagi warga Suriah menetap sembari berlindung. Sejak beberapa tahun silam, Idlib ditetapkan sebagai wilayah tempat bermukim pengungsi internal Suriah. Pengungsi dari wilayah di luar Idlib, mengungsi dan menempati tenda-tenda pengungsian sementara, bertahun-tahun, selagi berharap ada rumah pengganti yang layak.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, pengungsi Suriah sudah mulai menempati flat yang dibangun sejak Agustus 2018 ini pada April hingga Mei 2019. Pengungsi dibantu untuk pindah dari pengungsian dengan disediakannya mobil angkutan serta relawan yang memindahkan serta merapikan barang. “Ramadan ini mereka sudah bisa tinggal di flat dengan nyaman dan aman,” kata Firdaus, Ahad (19/5).

Adil Asy-Syaikh, salah seorang arsitektur flat, mengatakan, setiap blok flat terdiri dari tiga lantai dan di setiap lantai terdapat empat unit hunian untuk empat keluarga. Selain hunian berbentuk rumah susun, akan dibangun pula masjid seluas 400 meter persegi dan bertingkat, serta mampu menampung hingga 800 jemaah. Empat bangunan sekolah dengan jenjang pendidikan yang berbeda juga akan melengkapi kompleks hunian tersebut. “Di dalam kompleks hunian ini terdapat beberapa flat yang masing-masingnya berukurang 54 meter persegi,” jelasnya.

Flat ini dibangun untuk menyediakan hunian yang nyaman bagi pengungsi yang telah bertahun-tahun tinggal di tenda. Oleh sebab itu, rumah susun dibuat selayaknya rumah yang terdiri dari ruang tidur, dapur, dan juga kamar mandi. Tak hanya itu, kompleks rumah susun juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum seperti gudang, kantor, dan klinik. []

Bagikan