Pengungsi Wamena Kembali Tumpangi Pesawat Kemanusiaan ke Makassar

Puluhan pengungsi Wamena yang tiba di Makassar langsung disambut oleh tim ACT Sulawesi Selatan dengan pelayanan medis dan layanan makan gratis. Selain itu, transportasi juga disediakan guna mengantarkan para pengungsi ke daerahnya masing-masing.

Pengungsi Wamena Kembali Tumpangi Pesawat Kemanusiaan ke Makassar' photo
Para pengungsi sedang menunggu transportasi setelah sampai di Makassar, Sulawesi Selatan. (ACTNews/Faizal Agunisman)

ACTNews, JAYAPURA- Puluhan pengungsi kembali diterbangkan setelah konflik di Kota Wamena, Provinsi Papua beberapa waktu lalu. Sebanyak 31 pengungsi diterbangkan pada Senin (7/10) menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Setelah sampai di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, mayoritas dari mereka akan  melanjutkan kembali perjalanan mereka ke kampung halamannya masing-masing. Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Penanganan Konflik Wamena menjelaskan, mayoritas penumpang yang diberangkatkan adalah ibu hamil, ibu dengan bayi dan balita, serta lansia.

“Pengungsi ini merupakan mereka yang tersebar di berbagai posko pengungsian di Sentani. Kami mendahulukan ibu hamil dan ibu dengan bayi karena mereka merupakan golongan yang sangat rentan,” jelas Wahyu.

Sesampainya di Makassar, tim ACT Sulawesi Selatan menyambut dengan sejumlah aksi berupa pelayanan medis, dan layanan makan gratis. Wahyu mengatakan beragam aksi kemanusiaan dilakukan mengingat para penumpang telah lama tinggal di pengungsian sehingga kondisi fisik dan mentalnya mesti diperhatikan.


Salah seorang tim sedang mengecek kondisi salah satu bayi pengungsi. (ACTNews/Faizal Agunisman)

“Terutama karena mereka para pengungsi rentan. Jadi mesti kita perhatikan kondisi kesehatannya. Kita sudah siapkan tim ACT Sulawesi Selatan untuk menyediakan pelayanan medis serta layanan makan gratis untuk para pengungsi ini juga,” ujar Wahyu.

Tim ACT Sulawesi Selatan, kata Wahyu, juga menyediakan transportasi untuk para pengungsi yang baru tiba. Hal ini mengingat sebagian besar pengungsi berasal dari luar Makassar. Untuk yang jaraknya cukup jauh seperti Kota Palopo, tim ACT Sulsel berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait agar para pengungsi dapat pulang dengan selamat.

“Tim kami mengantarkan ke beberapa kabupaten seperti Jenneponto, Takalar, Gowa, Maros, dan Pangkep yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Makassar. Sementara ada juga destinasi yang cukup jauh, seperti Kota Palopo, yang memakan delapan jam perjalanan, itu kami koordinasikan dengan dinas terkait setelah kami alokasikan di suatu titik. Setelah itu keluarganya atau pemerintah daerahnya yang menjemput. Atau langsung kami bawa ke Dinas Provinsi sebagai tempat menunggu agar dijemput oleh pemerintahnya,” ujar Wahyu. []

Bagikan