Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Kondusif

Relawan Aksi Cepat Tanggap-MRI di Lewoleba melaporkan, kondisi pengungsi erupsi Gunung Ile Lewotolok belum kondusif. Tidak semua warga mengungsi di pengungsian yang disediakan pemerintah daerah, belum ada pendataan yang pasti, sementara pasokan air bersih di posko pengungsi masih terbatas.

Pengungsian Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Kondusif' photo
Relawan ACT-MRI Lembata menyerahkan bantuan kepada relawan pengurus pengungsi erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kota Lewoleba. (ACTNews)

ACTNews, LEWOLEBA – Belum semua pengungsi erupsi gunung Ile Lewotolok terdata pemerintah daerah. Pasalnya, tidak semua warga mengungsi di pengungsian yang disediakan. “Ada sebagian yang mengungsi ke rumah saudara mereka,” lapor Muhamad Jamaludin, relawan Aksi Cepat Tanggap-Masyarakat Relawan Indonesia di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Kamis (3/12).

Selain data yang belum pasti, warga juga kekurangan air bersih untuk mandi dan memasak. Aksi Cepat Tanggap juga telah mengantarkan bantuan awal untuk para pengungsi  berupa air minum dan masker, Selasa (2/12). Jamal dan relawan MRI lain mengantarkan bantuan ke posko utama pemerintah di Kota Lewoleba.

Menurut Jamal, warga tetap membutuhkan bantuan berkala karena kondisi belum membaik. Gunung Ile Lewotolok masih mengalami erupsi. Gempa pun masih dirasakan warga beberapa kali.

“Warga masih harus tinggal di pengungsian, mereka pasti akan membutuhkan bantuan air minum, bahan makanan, alas tidur, keperluan makan dan pakaian balita, alat kebersihan, dan pakaian layak,” terang Jamal. Saat menyerahkan bantuan ke pengungsian pun interaksi dengan pengungsi amat dibatasi karena pencegahan penularan Covid-19.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata melaporkan 7.968 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok. Mereka tersebar di 19 titik pos penampungan dan rumah-rumah warga. Pada Kamis (3/12), dini hari, tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak. Berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di Pos Pengamatan Gunung api Ile Lewotolok, erupsi terjadi pada pukul 03.54 waktu setempat. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi gunung dengan ketinggian 1.623 meter di atas permukaan laut.[]