Penindasan Warga Palestina oleh Israel Masih Terus Terjadi

Bukan hanya berbuat kasar pada anak-anak, Israel juga mendeportasi penjaga Masjid Al-Aqsa, Mukhtar Al Qadi selama empat bulan dan melakukan penangkapan terhadap jurnalis yang meliput aksi solidaritas di Sheikh Al Jarrah. Salah satunya adalah Zaina Mazen Halawani yang saat ini menjalani sidang banding yang ditolak oleh pengadilan Israel. Ia terancam dipenjara.

Yerusalem
Jawad Abbasi mendapat perlakukan tidak pantas oleh pasukan Israel hanya karena membawa bendera Palestina di sepedanya. (ACTNews)

ACTNews, TEPI BARAT Tindakan menindas dan melukai warga sipil Palestina masih tetap dilakukan oleh tentara Israel, terlebih di Yerusalem dan Tepi Barat. Akdi Cepat Tanggap menghimpun data dari berbagai sumber, penindasan ini terjadi di kota Silwan pada Ahad (30/5/2021).

Seorang anak Palestina bernama Jawad Abbasi  diperlakukan seperti tahanan, ditarik hingga dikerumuni oleh enam pasukan bersenjata seakan-akan anak tersebut telah melakukan kejahatan besar. Faktanya, Jawad hanya memasang bendera Palestina di sepedanya.

Anak lainnya, Mohammad Hajj Yahya dari Al Tayybeh ditahan dan dipukul secara brutal oleh pasukan Israel saat ikut serta melakukan aksi protes terhadap tindakan penahanan besar-besaran warga Palestina beberapa waktu lalu.

Bukan hanya berbuat kasar pada anak-anak, Israel juga mendeportasi penjaga Masjid Al-Aqsa, Mukhtar Al Qadi selama empat bulan dan melakukan penangkapan terhadap jurnalis yang meliput aksi solidaritas di Sheikh Al Jarrah. Salah satunya adalah Zaina Mazen Halawani yang saat ini menjalani sidang banding yang ditolak oleh pengadilan Israel. Ia terancam dipenjara.

“Kami adalah anak-anak dari orang-orang Palestina yang hebat. Kami mencintai negeri ini,” ujar Zaina Mazen Halawani.

Kabar terbaru yang beredar, saat ini pihak Israel ingin menghancurkan bangunan historikal di Lifta. Lifta merupakan salah satu desa di Yerusalem yang tidak berpenghuni. Penduduk di sana diusir secara paksa oleh pasukan Israel pada tahun 1948. Pihak Israel akan menghancurkan bangunan yang ada di daerah tersebut dan membangun kawasan elit sebagai penggantinya.[]