Peningkatan Aktivitas Semeru, Warga Diminta Waspada

Beberapa pekan terakhir gunung api di Indonesia mengalami peningkatan aktivitas. Belum turunnya kewaspadaan pada Merapi dan Ile Lewotolok, kali ini masyarakat juga diminta perhatiannya pada Semeru di Jawa Timur.

Peningkatan Aktivitas Semeru, Warga Diminta Waspada' photo
Informasi level siaga Gunung Semeru di laman https://magma.esdm.go.id/

ACTNews, LUMAJANG – Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur terpantau mengalami peningkatan aktivitas. Berdasarkan rilis Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi per 1 Desember, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berada pada level II (waspada). Diimbau, masyarakat atau pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah dan jarak 4 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. Jalur pendakian pun telah ditutup sejak 30 November.

Merespons ancaman bencana ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) telah menyiagakan tim tanggap darurat. Dani Ardissa dari ACT Jember mengatakan, saat ini relawan MRI di Lumajang tengah merapat ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang untuk berkoordinasi guna mengantisipasi kemungkinan buruk. “ACT bersama MRI siap jika ada kemungkinan buruk terjadi dari Gunung Semeru. Tim dari ACT Malang pun juga disiapkan untuk memperkuat personel. Saat ini asesmen awal pun tengah dilakukan,” jelas Dani, Selasa (1/12).

Gunung Semeru sendiri merupakan gunung tertinggi di Jawa dengan puncak Mahameru di ketinggian 3676 mdpl. Berada di dua wilayah administratif, yaitu Lumajang dan Malang, gunung ini perlu diperhatikan karena merupakan gunung api aktif. Dari pengamatan visual Badan Geologi PVMBG, terdapat kenaikan aktivitas jumlah gempa guguran dan beberapa kali awan panas guguran. Hal ini pun terjadi hingga 1 Desember ini pada pukul 06.00 WIB.

Awan panas

Warga yang berada di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Prunojiwo, Lumajang, seperti dilansir Tribunnews, mengatakan melihat lava pijar serta awan panas yang melaju hingga kaki Gunung Semeru, serta asap hitam yang membumbung tinggi. Kejadian ini terpantau pada Selasa (1/12) dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB. Iwan salah satu warga menuturkan, tak berselang lama, dari pengeras masjid setempat ada imbauan yang meminta warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bersamaan dengan arahan itu, Desa Oro-Oro Ombo yang berjarak hanya 7 kilometer dari puncak Semeru diguyur hujan lebat dan air hujannya berwarna keruh seperti membawa material vulkanik.

“Memang pukul 02 itu laju luncuran lava panas semakin besar, hingga pukul 02.20 secara kasar mata seperti guguran awan panas,” ujar Iwan.[]

Bagikan

Terpopuler