Penjualan Turun, Mukhsin Cari Jalan Lain Jajakan Dagangan

Pandemi menyurutkan setengah penghasilan Mukhsin (36) dalam berjualan nasi goreng. Kini, ia mempromosikan usahanya secara daring.

Mukhsin (36) memasak nasi goreng untuk pelanggan. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Jam empat sore hingga larut malam dimaksimalkan Mukhsin (36) menjajakan nasi gorengnya. Orang-orang di Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat biasanya mencari makan malam pada waktu-waktu tersebut.

Lima belas tahun sudah Mukhsin memenuhi kebutuhan keluarga dari berjualan nasi goreng. Namun, pandemi yang datang tahun lalu membuat usahanya berjalan lambat. 

Nasi goreng Mukhsin sepi pembeli. Sebelum Covid-19, omzet usahanya bisa mencapai Rp 600 ribu dalam sehari, namun setelah pandemi, ia hanya mengantongi Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.Separuh penghasilannya berkurang. 

Tak kehabisan akal, Mukhsin yang biasanya menjajakan nasi goreng di pinggir jalan kini menggunggah dagangannya di status WhatsApp. Ia pun mengantar pesanan tanpa biaya kirim sama sekali. Hal ini ia lakukan agar jualannya tetap bisa laku.

Bantuan pun datang kepada Mukhsin lewat Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia dari Global Wakaf – ACT. “Alhamdulillah Allah memberikan kabar gembira bagi saya melalui hadirnya program ini dari Global Wakaf – ACT,” tuturnya saat asssmen berlangsung Senin (18/1/2021) pertengahan Januari lalu. Melalui Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia, ia berharap bisa terbantu dari sisi permodalan,  dan pendampingan pengembangan usaha. 

Zaid Muzayyan dari Tim Program ACT Depok menjelaskan, Mukhsin sungguh amanah dalam memanfaatkan dukungan modal. “Pak Mukhsin akan menggunakan bantuan modal usaha untuk membeli bahan makanan, sebagai tambahan menu baru dalam usahanya. Ia juga akan membeli peralatan memasak,” jelas Zaid.

Zaid melanjutkan, kesuksesan mendukung ikhtiar para pedagang di tengah pandemi tidak luput dari peran wakif yang dermawan. ”Kami mengajak juga kepada para dermawan untuk membantu para pelaku usaha yang saat ini sedang kesulitan karena kendala permodalan. Melalui bantuan para dermawan sekalian di program Wakaf Modal UMI, mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban mereka,” harap Zaid. 

Wakaf Modal UMI juga menjadi salah satu hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional dari Aksi Cepat Tanggap berkolaborasi dengan Global Wakaf. Melalui gerakan ini, Global Wakaf-ACT berharap dapat membangkitkan kedaulatan pangan di masyarakat, mulai dari hulu, yakni para produsen, hingga di hilirnya untuk membantu para penerima manfaat yang membutuhkan.[]